PostHeaderIcon Biasakan Mencuci Tangan


Pengalaman Klinik

cuci-tanganmu-duluSaya teringat pada suatu hari saat sedang dinas di instalasi gawat darurat, seorang ibu Ny N datang mengajak anaknya laki-laki 3 th yang mengeluh diare, Ny N agak heran mengapa akhir-akhir ini anaknya sering sekali diare semenjak 1 tahun terakhir. Padahal Ny N sudah memasak makanan dengan baik begitu pula saat menyajikannya. Ny N mengetahui bahwa anaknya suka sekali bermain pasir di halaman rumahnya, sang anak akan menangis jika Ny N tidak mengijinkan anaknya bermain pasir, begitu juga karena Ny N sibuk mengerjakan pekerjaan sambilan di rumahnya yaitu memasang manik-manik untuk menambah uang dapur keluarga. Jika anak sudah tidak rewel dan mau bermain sendiri sambil ngemil, Ny N merasa senang karena dapat mengerjakan pekerjaannya tanpa diganggu oleh sang anak.

Meskipun Ny N telah memasak serta menyajikan makanan dengan baik tapi ada hal kecil yang mungkin sepele luput dari perhatiannya, yaitu kurangnya kebiasaan “mencuci tangan”.

Mencuci “Tangan”

Kesehatan merupakan komponen penting dalam tumbuh kembang anak disamping nutrisi, stimulasi dini, dan imunisasi.

Pada postingan kali ini, kita akan membahas khususnya tangan. Mengapa tangan ? Karena tangan merupakan salah satu anggota tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan berbagai objek di sekitar kita. Sehingga boleh dikatakan mencuci tangan termasuk sebagai salah satu kunci hidup sehat.

Mencuci tangan dengan benar merupakan upaya mencegah penyebaran penyakit yang paling praktis, murah dan penting. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa mencuci tangan dengan baik membuat anak menjadi jarang sakit, terutama pilek dan diare.

Seperti yang kita ketahui, penyakit infeksi dapat ditularkan melalui berbagai cara antara lain dengan menyentuh atau memegang benda yang ada kuman penyakitnya. Jadi jelaslah penularan penyakit dapat diminimalisasi dengan mencuci tangan secara benar.

Saat Tepat Mencuci Tangan (Panduan Bagi Orang Tua Di Rumah)

Kapan sebaiknya kita (orang tua) mencuci tangan ? Mencuci tangan sebaiknya dilakukan apabila :

  • Hendak memegang dan memangku anak
  • Sebelum makan, memasak dan menyajikan makanan, memberi makan anak
  • Akan memberi obat pada anak
  • Sesudah bermain dengan air yang dipergunakan lebih dari satu orang
  • Sesudah mengganti popok bayi/anak
  • Sesudah menggunakan toilet atau sesudah membantu anak di toilet
  • Sehabis membersihkan kotoran berupa cairan tubuh (ingus, lendir, darah, muntahan), membersihkan hidung sesudah bersin, membersihkan mulut (air liur), atau membersihkan luka.
  • Sehabis mengolah makanan mentah terutama daging dan produk peternakan lainnya
  • Sehabis memegang binatang peliharaan atau binatang lainnya
  • Sehabis bermain pasir
  • Setelah selesai membersihkan dan mengurus sampah.

Anakpun Harus Dibiasakan Mencuci Tangan

Mencuci tangan juga tidak terbatas pada pengasuh bayi/anak, tapi juga harus mulai dibiasakan pada anak sejak usia dini. Mencuci tangan sesudah main pasir, akan mencegah penyakit akibat parasit. Sedangkan mencuci tangan sesudah makan sangat penting terutama bila anak makan tanpa menggunakan sendok karena dengan mencuci tangan, kita membuang air liur yang terkena di tangan yang biasanya mengandung berbagai kuman dan jasad renik

Cara mencuci tangan yang baik dan benar pada anak tidak jauh beda dengan cara pada orang dewasa, yang menjadi catatan adalah setelah mencuci tangan jika tidak memungkinkan mengeringkan tangan menggunakan tisu sekali pakai, dapat mengguankan handuk yang bersih, dan jangan menggunakan satu handuk secara bersama-sama, setiap anggota keluarga harus memiliki satu handuk, bila perlu diberi nama dan digantung setelah menggunakannya pada tempat yang sirkulasi udaranya baik.

Jangan Lupa Cuci Tangan ! (Panduan Untuk Praktisi Keperawatan)

Sebagai praktisi keperawatan, kita memang dituntut selalu dekat dengan klien untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, setiap saat setiap waktu kita dituntut untuk selalu siap bila klien memerlukan bantuan kita. Terutama adalah perawat yang bertugas di instalasi rawat darurat, yang merupakan ujung tombak pelayanan suatu rumah sakit. sering kali kita berhadapan dengan situasi yang benar-benar gawat darurat. Klien kecelakaan datang tidak sadar tubuh berlumuran darah, saat kita pindahkan dari mobil ke brankar klien tiba-tiba muntah, dan sering kali kita keciptratan muntahannya.

Kita dituntut berpacu dengan respon time, dimana waktu yang kita punya dari klien tiba di pintu depan IRD sampai mendapat penanganan kita hanya beberapa detik saja, terkadang kita tidak sempat memakai sarung tangan. Tapi tidak apa kita bekerja ber-tim, saat kita memindahkan klien, teman yang lain ada waktu beberapa detik untuk memakai sarung tangan maupun skort yang akan membantu kita. Setelah itu biarkan teman yang telah siap tadi mengambil alih tugas kita sehingga kita sempat mencuci tangan yang kotor setelah memindahkan klien tadi.

Itu tadi adalah sebagian kecil pengalaman saya yang sedang bertugas jaga di instalasi gawat darurat. Menolong klien adalah utama namun jangan lupa keselamatan kita. sedapat mungkin kita sebelum berhubungan dengan klien gunakan sarung tangan dulu, namun kadang pada situasi tertentu kita tidak sempat memakai sarung tangan, tapi selalu ingat segera cuci tangan. Kita tidak tahu apakah klien mengidap suatu penyakit yang menular (HIV, Hepatitis) atau tidak.

Artikel yang Berhubungan :


Leave a Reply

*

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.