Archive for the ‘Askep’ Category
Download Kumpulan Askep
Download Kumpulan Askep
Kabar baik buat teman-teman yang ingin mendownload kumpulan askep….
Tugas membuat askep atau asuhan keperawatan terutama bagi mahasiswa keperawatan memang CUKUP MENYITA WAKTU, bagaimana harus mencari definisi atau pengertian dari penyakit, patofisiologi, penatalaksanaan penyakit dan perawatannya, membuat asuhan keperawatannya dan lain-lain, belum selesai tugas yang satu, tugas lain sudah menyusul, yah..memang itu salah satu cara menuju perawat yang profesional.
Apakah teman-teman tidak ingin hemat waktu, biaya dan tenaga dalam mendapatkan askep?
Situs ini memberi kita solusi, Kita akan lebih siap dengan tugas - tugas yang akan kita hadapi, tidak lagi bingung saat kita banyak tugas.
Sekarang kita tidak perlu lagi searching atau mencari dan mencari lagi askep untuk tugas-tugas kita, sehingga kita akan lebih menghemat waktu, biaya dan tenaga, sebab disini telah tersedia banyak sekali kumpulan askep dengan format doc (ms word document), waktu kita dapat lebih banyak lagi digunakan untuk belajar atau untuk kegiatan - kegiatan lainnya.
Silahkan klik link ini mediakeperawatan.com untuk mendownload kumpulan Askep
Askep Klien Dengan Penyakit Parkinson
Askep Parkinson
( Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Penyakit Parkinson )
Pengertian
Penyakit Parkinson adalah penyakit saraf progresif yang berdampak terhadap respon

Askep Parkinson
mesenfalon dan pergerakan regulasi.
Etiologi
Penyakit Parkinson sering dihubungkan dengan kelainan neurotransmitter di otak dan faktor-faktor lainnya seperti :
- Defisiensi dopamine dalam substansia nigra di otak memberikan respon gejala penyakit Parkinson,
- Etiologi yang mendasarinya mungkin berhubungan dengan virus, genetik, toksisitas, atau penyebab lain yang tidak diketahui.
Gejala Klinis
Penyakit Parkinson memiliki gejala klinis sebagai berikut:
- Bradikinesia (pergerakan lambat), hilang secara spontan,
- Tremor yang menetap ,
- Tindakan dan pergerakan yang tidak terkontrol,
- Gangguan saraf otonom (sulit tidur, berkeringat, hipotensi ortostatik,
- Depresi, demensia,
- Wajah seperti topeng.
Pemeriksaan Diagnostik
Observasi gejala klinis dilakukan dengan mempelajari hasil foto untuk mengetahui gangguan.
Komplikasi
Komplikasi terbanyak dan tersering dari penyakit Parkinson yaitu demensia, aspirasi, dan trauma karena jatuh.
Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan medis dapat dilakukan dengan medikamentosa seperti:
- Antikolinergik untuk mengurangi transmisi kolinergik yang berlebihan ketika kekurangan dopamin.
- Levodopa, merupakan prekursor dopamine, dikombinasi dengan karbidopa, inhibitor dekarboksilat, untuk membantu pengurangan L-dopa di dalam darah dan memperbaiki otak.
- Bromokiptin, agonis dopamine yang mengaktifkan respons dopamine di dalam otak.
- Amantidin yang dapat meningkatkan pecahan dopamine di dalam otak.
- Menggunakan monoamine oksidase inhibitor seperti deprenil untuk menunda serangan ketidakmampuan dan kebutuhan terapi levodopa.
Penatalaksanaan Keperawatan
Pengkajian
- Kaji saraf kranial, fungsi serebral (koordinasi) dan fungsi motorik.
- Observasi gaya berjalan dan saat melakukan aktivitas.
- Kaji riwayat gejala dan efeknya terhadap fungsi tubuh.
- Kaji kejelasan dan kecepatan bicara.
- Kaji tanda depresi.
Diagnosis dan Intervensi Keperawatan
1. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan bradikinesia, regiditas otot dan tremor ditandai dengan DS: klien mengatakan sulit melakukan kegiatan, DO: tremor saat beraktivitas.
Intervensi:
Tujuan : meningkatkan mobilitas.
· Bantu klien melakukan olah raga setiap hari seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau berkebun.
· Anjurkan klien untuk merentangkan dan olah raga postural sesuai petunjuk terapis.
· Mandikan klien dengan air hangat dan lakukan pengurutan untuk membantu relaksasi otot.
· Instruksikan klien untuk istirahat secara teratur agar menghindari kelemahan dan frustasi.
· Ajarkan untuk melakukan olah raga postural dan teknik berjalan untuk mengurangi kekakuan saat berjalan dan kemungkinan belajar terus.
· Instruksikan klien berjalan dengan posisi kaki terbuka.
· Buat klien mengangkat tangan dengan kesadaran, mengangkat kaki saat berjalan, menggunakan sepatu untuk berjalan, dan berjalan dengan langkah memanjang.
· Beritahu klien berjalan mengikuti irama musik untuk membantu memperbaiki sensorik.
Evaluasi : klien mengikuti sesi terapi fisik, melakukan latihan wajah 10 menit 2 kali sehari.
2. Gangguan pemenuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan kesulitan: menggerakkan makanan, mengunyah, dan menelan, ditandai dengan DS: klien mengatakan sulit makan, berat badan berkurang DO: kurus, berat badan kurang dari 20% berat badan ideal, konjungtiva pucat, dan membran mukosa pucat.
Intervensi:
Tujuan : mengoptimalkan status nutrisi.
· Ajarkan klien untuk berpikir saat menelan-menutup bibir dan gigi bersama-sama, mengangkat lidah dengan makanan di atasnya, kemudian menggerakkan lidah ke belakang dan menelan sambil mengangkat kepala ke belakang.
· Instruksikan klien untuk mengunyah dan menelan, menggunakan kedua dinding mulut.
· Beritahu klien untuk mengontrol akumulasi saliva secara sadar dengan memegang kepala dan menelan secara periodik.
· Berikan rasa aman pada klien, makan dengan stabil dan menggunakan peralatan.
· Anjurkan makan dalam porsi kecil dan tambahkan makanan selingan (snack).
· Monitor berat badan.
Evaluasi : klien dapat makan 3 kali dalam porsi kecil dan dua kali snack, tidak ada penurunan berat badan.
3. Gangguan komunikasi verbal yang berhubungan dengan penurunan kemampuan bicara dan kekakuan otot wajah ditandai dengan : DS: klien/keluarga mengatakan adanya kesulitan dalam berbicara DO: kata-kata sulit dipahami, pelo, wajah kaku.
Intervensi:
Tujuan: memaksimalkan kemampuan berkomunikasi.
· Jaga komplikasi pengobatan.
· Rujuk ke terapi wicara.
· Ajarkan klien latihan wajah dan menggunakan metoda bernafas untuk memperbaiki kata-kata, volume, dan intonasi.
o Nafas dalam sebelum berbicara untuk meningkatkan volume suara dan jumlah kata dalam kalimat setiap bernafas.
o Latih berbicara dalam kalimat pendek, membaca keras di depan kaca atau ke dalam perekam suara (tape recorder) untuk memonitor kemajuan.
Evaluasi : tidak adanya kesulitan dalam berbicara, kata-kata dapat dipahami.
Artikel yang Berhubungan :
Diagnosa dan Intervensi Keperawatan pada Klien dengan GGK
( Artikel sebelumnya : Asuhan Keperawatan pada Klien dengan GGK )
1. Kelebihan volume cairan b.d penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan air dan menahan natrium
Hasil yang diharapkan:
- Masukan dan haluaran seimbang
- Elektrolit dalam batas normal
- Bunyi nafas dan jantung normal
- Berat badan stabil
Intervensi:
- Pantau balance cairan/24 jam
- Batasi masukan cairan
- Pantau peningkatan tekanan darah
- Monitor elektrolit darah
- Kaji edema perifer dan distensi vena leher
- Timbang BB harian
2. Perubahan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, mual dan muntah
Hasil yang diharapkan:
- Klien dapat mempertahankan status nutrisi yang adekuat yang dibuktikan dengan BB dalam batas normal, albumin dalam batas normal
Intervensi:
- Kaji pola diet nutrisi
- Kaji status nutrisi
- Kaji faktor yang berperan dalam merubah masukan nutrisi
- Menyediakan makanan kesukaan klien dalam batas-batas diet
- Anjurkan cemilan tinggi kalori, rendah protein, rendah natrium diantara waktu makan
- Ciptakan lingkungan yang menyenangkan selama makan
- Kaji bukti adanya masukan protein yang tidak adekuat
- Timbang berat badan harian
3. Intoleransi aktifitas b.d anemia, oksigenasi jaringan tidak adekuat
Hasil yang diharapkan;
- Klien mendemonstrasikan peningkatan aktivitas yang dibuktikan dengan pengungkapan tentang berkurangnya kelemahan dan dapat beristirahat secara cukup dan mampu melakukan kembali aktivitas sehari-hari yang memungkinkan
Intervensi:
- Kaji faktor yang menimbulkan keletihan
- Tingkatkan kemandirian dalam aktifitas perawatan diri yang dapat ditoleransi, bantu jika keletihan terjadi
- Anjurkan aktifitas alternatif sambil istirahat
- Anjurkan untuk beristirahat setelah dialisis
- Beri semangat untuk mencapai kemajuan aktivitas bertahap yang dapat ditoleransi
- Kaji respon klien untuk peningkatan aktivitas
4. Perubahan integritas kulit b.d uremia, edema
Hasil yang diharapkan:
- Kulit hangat, kering dan utuh, turgor baik
- Klien mengatakan tak ada pruritus
Intervensi:
- Kaji kulit dari kemerahan, kerusakan, memar, turgor dan suhu
- Jaga kulit tetap kering dan bersih
- Beri perawatan kulit dengan lotion untuk menghindari kekeringan
- Bantu klien untuk mengubah posisi tiap 2 jam jika klien tirah baring
- Beri pelindung pada tumit dan siku
- Tangani area edema dengan hati-hati
- Pertahankan linen bebas dari lipatan
5. Resiko terhadap infeksi b.d depresi sistem imun, anemia
Hasil yang diharapkan:
- Klien tetap terbebas dari infeksi lokal maupun sistemik dibuktikan dengan tidak ada panas/demam atau leukositosis, kultur urin, tidak ada inflamasi
Intervensi:
- Pantau dan laporkan tanda-tanda infeksi seperti demam, leukositosis, urin keruh, kemerahan, bengkak
- Pantau TTV
- Gunakan tehnik cuci tangan yang baik dan ajarkan pada klien
- Pertahankan integritas kulit dan mukosa dengan memberiakan perawatan kulit yang baik dan higiene oral
- Jangan anjurkan kontak dengan orang yang terinfeksi
- Pertahankan nutrisi yang adekuat
6. Kurang pengetahun b.d kurangnya informasi tentang proses penyakit, gagal ginjal, perawatan dirumah dan instruksi evaluasi
Hasil yang diharapkan:
- Klien dan orang terdekat dapat mengungkapkan, mengerti tentang gagal ginjal, batasan diet dan cairan dan rencana kontrol, mengukur pemasukan dan haluaran urin.
Intervensi:
- Instruksikan klien untuk makan makanan tinggi karbohidrat, rendah protein, rendah natrium sesuai pesanan dan hindari makanan yang rendah garam
- Ajarkan jumlah cairan yang harus diminum sepanjang hari
- Ajarkan pentingnya dan instrusikan klien untuk mengukur dan mencatat karakter semua haluaran (urin, muntah)
- Ajarkan nama obat,dosis, jadwal,tujuan serta efek samping
- Ajarkan pentingnya rawat jalan secara teratur
(Tucker M, Susan dkk,1998, 585-567)













