Archive for the ‘Kesehatan Balita’ Category

PostHeaderIcon Tips Agar Anak Doyan Makan

.

Tips Agar Anak Doyan Makan

Memiliki putra -putri yang sehat, lincah, riang gembira adalah dambaan setiap orang tua. Namun kegembiraan tersebut akan mulai sirna apabila anak mulai rewel dan tidak mau makan, tentu membuat orang tua terutama para ibu menjadi was-was.

tips-anak-doyan-makanBanyak faktor yang menyebabkan anak menjadi susah/tidak mau makan. Mungkin anak bosan dengan menu hariannya, mau tumbuh gigi, sedang mengalami masalah psikologis, atau anak lagi  sakit. Namun perlu dipahami, letak masalahnya bukan hanya pada diri anak. Yang paling penting adalah bagaimana memberi perhatian penuh diwaktu makan, dan kreativitas yang dibuat agar makan menjadi menyenangkan buat anak. Bila kondisi kesehatan anak baik, otomatis selera makannya pun akan baik.

kreativitas Anda menjadi ujung tombak agar anak doyan makan dan lahap dengan makanannya, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan :

Upayakan waktu makan menjadi hiburan bagi anak

Menghibur anak tak sekadar mengajaknya jalan ke mal, lalu mampir ke restoran cepat saji dimana menu kesukaan anak menunggu di sana. Kenali makanan kesukaan anak, lalu buatkan spesial untuknya dengan memasak sendiri di rumah. Jika perlu libatkan anak menyiapkan makanan. Dengan cara ini, anak merasa terhibur karena bisa menikmati makanan ala restoran di rumah buatan mamanya. Tanda dia menyukai masakan Anda adalah, makannya lahap, tak bosan, dan meminta dibuatkan lagi keesokan harinya. Jika sudah begini, Anda pun bisa senyum sumringah. Untuk menjalani ini tentu Anda perlu mengubah kebiasaan tak suka memasak menjadi semangat mencari menu baru, lalu mulai belajar membuatnya. Harus dicoba bukan?

Memodifikasi penyajian sayuran

Sayur menjadi musuh besar bagi anak. Memberikan sayur dalam bentuk utuh memang tak selamanya berhasil. Padahal sayur penting untuk asupan serat dan vitamin bagi anak. Untuk menyembunyikan sayuran dalam makanan anak, rebus sayuran (misalkan brokoli), lalu gunakan air rebusan sayur untuk dicampurkan pada makanan anak. Karena, jika Anda merebus sayuran, vitamin pada sayuran akan larut pada kuah sayuran tersebut. Memang, anak tidak memakan brokoli secara langsung, tapi biarkan proses masuknya asupan gizi dari sayuran berjalan bertahap. Jangan memaksakan anak, karena nantinya anak akan merasa waktu makan begitu menyebalkan.

Variasi  menu yang bergizi

Kreasikan menu di rumah dengan asupan gizi yang tepat untuk kebutuhan anak. Tentu saja gizi yang baik harus disesuaikan dengan umur dan berat badan anak. Tidak usah terlalu mengkhawatirkan apakah angka kecukupan gizi pada anak sudah terpenuhi. Berikan makanan dengan asupan gizi lengkap secara bertahap, termasuk dalam memberikan susu. Campurkan saja susu dalam menu sup kreasi Anda. Lagi-lagi, rajinlah mengumpulkan menu sehat untuk anak dan variasikan sesuai kebutuhan.

Ciptakan suasana seru

Keterlibatan orang tua menjadi penting untuk urusan makan pada anak. Jika Anda punya kebiasaan minum teh, dan anak Anda sudah waktunya makan ringan, ciptakan permainan seru. Ajak anak, misalkan bermain minum teh, belikan cangkir kecil yang menarik buat anak-anak, lalu berikan sup pada anak, sementara Anda minum teh. Dengan cara ini Anda menciptakan kebersamaan dengan buah hati, sementara asupan gizinya pun terpenuhi.

Perlukah pemberian suplemen vitamin?

Anak picky eater (susah/tidak mau makan) , kurus atau berat badan sulit naik, sebenarnya juga tak bisa dijadikan ‘pembenaran’ untuk memberikan suplemen vitamin secara rutin. Karena suplemen bukan satu-satunya solusi bagi masalah-masalah tersebut. Langkah utama yang harus ditempuh orangtua adalah berupaya agar selera makan anak menjadi luas, mencari penyebab anak menjadi susah/tidak mau makan, atau mencari tahu mengapa berat badan anak sulit naik. Untuk sementara, kekurangan vitamin dalam tubuh anak memang dapat dipenuhi melalui suplemen, sambil orangtua berupaya menyelesaikan masalah sebenarnya.

ebook-tips-makanan-bayiKalaupun orangtua ingin memberikan suplemen vitamin kepada anaknya, menurut AAP (American Academy of Pediatrics) 1 dosis suplemen multivitamin per hari tidak membahayakan. Dengan catatan, tiap dosis suplemen tersebut tidak melebihi angka kecukupan gizi (RDA/Recommended Daily Allowance), meskipun kelebihan itu hanya untuk satu jenis vitamin atau mineral. Dan jangan pilih suplemen yang memiliki kandungan megadosis (dosis besar). Bahkan idealnya, suplemen multivitamin itu (seharusnya) kandungannya lebih rendah dari AKG (angka kecukupan gizi).

Satu hal yang harus orangtua ingat, vitamin bukan satu-satunya yang diperlukan oleh tubuh. Sungguh ironis bila orangtua begitu getol memberi anaknya suplemen, dengan alasan agar kebutuhan vitamin dan mineralnya terpenuhi, tetapi tidak berupaya untuk memperbaiki pola makan anak. Karena vitamin dan mineral akan mubazir tanpa adanya kecukupan zat gizi utama seperti karbohidrat, protein (hewani dan nabati), maupun lemak.

Artikel yang Berhubungan :

Tips Makanan Bayi

Makanan Tambahan Bayi

ASI Eksklusif

PostHeaderIcon Tips Makanan Bayi

Tips Menyajikan Makanan Bayi


Sebagai seorang ibu merupakan kebahagiaan tersendiri jika mampu mengolah dan menghidangkan  makanan sendiri bagi buah hatinya. Namun agar tidak salah, berikut ada beberapa tips memilih hingga menyiapkan makanan buat buah hati Anda.

Tips Memilih Bahan Makanan

Bayi yang baru mulai diberikan makanan tambahan, jangan langsung diberi makanan padat, tetapi mulailah dari makanan halus dan sederhana, seperti pisang, alpukat, pure apel, pir, labu, kentang yang dimasak serta dihaluskan.

Tips Makanan Bayi

Tips Makanan Bayi

Jika buah dan sayuran yang Anda sajikan terlihat disukai bayi Anda, maka mulailah memperkenalkannya dengan daging sapi, daging kambing atau daging ayam. Daging ini tidak boleh dibakar maupun dipanggang dan tidak boleh dibubuhi garam atau bumbu kedalamnya. Namun Anda bisa membuat variasi seperti mengkombinasikan antara daging dengan sayuran bila perlu ditambahkan buah seperti pir, apel.

Jika bayi Anda telah terbiasa dengan berbagai variasi makanan serta tekstur yang berbeda-beda, dan jika giginya mulai tumbuh, maka mulailah memberikan ikan serta buah-buahan yang rasanya agak masam misalnya jeruk.

Tips  Menyiapkan Makanan

Sebaiknya setiap buah kulitnya Anda kupas dulu, lemak serta gajih dari daging maupun kulit ayam disisihkan. Dalam mengolah makanan untuk bayi sebaiknya makanan dikukus, direbus atau memasak menggunakan mikrowave.

Jika bayi Anda berusia dibawah delapan bulan, sebaiknya makanan diolah dalam bentuk pure dengan cara diblender, dan tambahkan air matang agar lebih halus. Setelah bayi berumur lebih dari delapan bulan, daging sebaiknya dicincang sampai halus, atau untuk makanan lainnya bisa dihaluskan menggunakan sendok. Hati-hati jika mengolah ikan, pastikan tulang ikan tidak ikut diolah ke dalam makanan.

Tips Menyimpan Makanan

Makanan yang disimpan dalam bentuk pure dapat bertahan di dalam freezer hingga 30 hari. Makanan tersebut bisa disimpan menggunakan tempat es batu, kemudian ditutup menggunakan plastik wrap khusus untuk makanan. Selain itu, Anda juga dapat menyimpannya ke dalam toples kaca. Jika disimpan dalam lemari es bisa bertahan sampai 2 hari, namun jika disimpan dalam freezer bisa bertahan hingga 30 hari. Sebelum disimpan, beri label yang berisi informasi tentang bahan makanan apa saja yang disimpan dalam toples tersebut, serta cantumkan tanggal kedaluwarsanya.

Tips  Penyajian Makanan

Makanan yang disimpan dalam kulkas atau freezer tersebut sebelum disajikan dihangatkan dahulu menggunakan kompor atau bisa dengan mikrowave. Aduk merata agar panas tidak terkumpul pada satu titik tertentu. Sebelum disajikan buat bayi Anda, periksa dulu suhu makanan agar tidak terlalu panas, dengan cara mengujinya dengan bibir Anda. Dan satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah, jika ada makanan yang tersisa, jangan disimpan lagi ke dalam freezer, karena dapat membuat bayi Anda menjadi diare. Selamat mencoba.

Artikel yang Berhubungan :

Askep Diare pada Anak

Manfaat ASI

Makanan Tambahan Bayi

ASI eksklusif

Menu Makanan Anak

PostHeaderIcon Makanan Tambahan Bayi

Mengenalkan Makanan Tambahan untuk Bayi Anda

Usia terbaik untuk mengenalkan makanan tambahan pada bayi adalah usia 6 bulan. Komite yang membahas mengenai aspek medis dalam kebijakan makanan di Inggris atau Comittee on Medical Aspects of Food Policy (COMA) mengeluarkan laporan berjudul Weaning and Weaning Diet. Laporan tersebut mengemukakan bahwa pemberian makanan padat terlalu dini atau dengan peningkatan jumlah yang terlalu cepat berakibat buruk pada bayi.

Makanan Tambahan untuk Bayi

Makanan Tambahan untuk Bayi

Akibat yang dapat ditimbulkan antara lain :

1. Rusaknya sistem pencernaan.

Perkembangan usus bayi dan pembentukan enzim yang dibutuhkan untuk pencernaan

memerlukan waktu 6 bulan. Sebelum sampai usia ini, ginjal belum cukup berkembang untuk

dapat menguraikan sisa yang dihasilkan oleh makanan padat.

2. Tersedak.

Sampai usia 6 bulan, koordinasi saraf otot (neuromuscular) bayi belum cukup berkembang untuk mengendalikan gerak kepala dan leher ketika ia duduk tegak di kursi. Jadi, bayi masih sulit menelan makanan dengan menggerakkan makanan dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya, karena gerakan ini melibatkan susunan refleks yang berbeda dengan minum susu.

3. Meningkatkan risiko terjadinya alergi.

Asma,eksem, demam tinggi, penyakit seliak atau alergi gluten (protein dalam gandum), dan kacang tanah akan mudah berkembang, khususnya jika ada riwayat alergi di dalam keluarga.

4. Batuk.

Penelitian bangsa Skotlandia menyatakan adanya hubungan antara pengenalan makanan pada umur 4 bulan dengan batuk yang berkesinambungan.

5. Obesitas.

Penelitian telah menghubungkan pemberian makanan yang berlebih di awal masa perkenalan dengan obesitas dan peningkatan risiko timbulnya kanker, diabetes, dan penyakit jantung di usia lanjut.

Ketika bayi tumbuh dan berkembang, susu saja tidak cukup untuk menyokong pertumbuhannya. Bayi

membutuhkan nutrisi tambahan sejak umur 6 bulan meskipun beberapa bayi mungkin belum

merasakan kebutuhan ini. Ketika berumur 5-6 bulan, berat badannya akan menjadi dua kali lipat berat

Panduan Menu Makanan Anak

Menu Makanan Anak

Resep Menu Makanan Anak

Badan saat lahir, dan pada umur 12 bulan berat badannya menjadi tiga kali lipat berat badan saat lahir. Jika air susu ibu atau susu formula bisa mernenuhi kebutuhan nutrisinya di bulan-bulan pertama, pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat membutuhkan nutrisi tambahan selain yang bisa diberikan susu. Pada saat bayi mencapai umur 6 bulan, kita mungkin menyadari bahwa ia:

1. Terlihat lapar dan menginginkan makanan meskipun sudah diberikan ASI atau 250 ml susu

formula 4-5 kali sehari dengan interval waktu 3-4 jam.

2. Masih terlihat lapar setelah diberi ASI dari kedua payudara atau 250 ml susu formula.

3. Bangun lebih cepat atau bangun di tengah malam, padahal sebelumnya dia tidur lelap.

4. Mulai mengunyah tangannya dan mencoba untuk memasukkan barang ke dalam mulutnya.

Jika gejala-gejala diatas mulai tampak, maka inilah saatnya kita mulai harus mengenalkan makanan padat pendamping ASI. Saat mulai mengenalkan makanan padat, kita mulai dengan pemberian bubur yang sangat halus. Selanjutnya beralih ke bubur yang lebih kasar, sampai umur sekitar 12 bulan dan sudah sepenuhnya mampu menyantap makanan keluarga.

Artikel yang Berhubungan :

ASI Eksklusif

Manfaat ASI

Panduan Resep Makanan Anak

Menu Anak


Copyright © 2012 NursingBegin.com