Archive for the ‘Tips Sehat’ Category

PostHeaderIcon Pasien Dengan Masalah Kulit

PASIEN DENGAN MASALAH KULIT

 

Kebanyakan pasien dengan masalah kulit banyak mengeluh gatal di seluruh tubuh. Sering pasien di rujuk ke poliklinik kulit dengan keluhan “gatal di seluruh tubuh”. Setelah melakukan anamnesa dan pemeriksaan kulit, kita akan menemukan pasien tersebut menderita berbagai macam kelainan sebagai contoh eksim, urtikaria,erupsi obat, infeksi kulit, skabies atau penyakit kulit lain. Pemeriksaan kulit hendaknya dilakukan dengan pencahayaan yang baik, dan bila perlu dengan sinar matahari langsung, hingga seluruh kulit tubuh harus diperiksa. Luas dan lokasi seluruh lesi penting untuk membuat diagnosis dan tatalaksana.

Ada beberapa istilah untuk mendeskripsikan lesi kulit, yaitu:

  • Likenifikasi: penebalan pada kulit dengan garis kulit yang makin jelas dan dalam.
  • Plak: penonjolan superfisial berbatas tegas, lebih besar dari papul.
  • Urtika: elevasi kulit yang bersifat sementara dikarenakan edema pada dermis bagian atas, mengakibatkan gatal yang hebat.
  • Atrofi: penipisan lapisan pada kulit.

  • Makula: perubahan warna kulit semata yang berbatas tegas.
  • Vesikel: gelembung berisi cairan serum.
  • Papul: suatu penonjolan kecil berbatas tegas dan superfisial.
  • Pustul: vesikel yang berisi pus/ nanah.

 

PostHeaderIcon Satuan Acara Penyuluhan Pijat Oksitosin

SATUAN ACARA PENYULUHAN PIJAT OKSITOSIN

 

Pokok Bahasan         : Pijat Oksitosin

Tanggal                      : Selasa , 11 Sept 2017

Waktu                        : 10.00 – 12.00 WITA

Tempat                      : Ruang Post Persalinan

Sasaran                      : Klien dan Keluarga

 

A.    Latar Belakang

Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bayi pada awal usia kehidupannya. ASI terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman manapun karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat (Elza, 2009)

Proses menyusui idealnya dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada ibunya di 20-30 menit setelah lahir. Itupun jika bayi tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan kepada ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan menyusu dengan baik (Soraya, 2010).

Kenyataan dilapangan menunjukkan produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Menurut Cox (2006) disebutkan bahwa ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari-hari pertama menyusui disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui. Menyusui dini di jam-jam pertama kelahiran jika tidak dapat dilakukan oleh akan menyebabkan proses menyusu tertunda, maka alternatif yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa ASI selama 10-20 menit hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tersebut dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi, salah satu solusi dari ketidaklancaran ASI adalah pijat oksitosin. Dimana pijat okstiosin dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan sehingga sangat berperan dalam produksi ASI (Evariny, 2008).

Di Ruang Post Partum terdapat 10 Pasien Post Partum Normal maupun Post SC. Selain itu, para ibu mengatakan tidak mengetahui cara agar ASInya dapat berproduksi. Berdasarkan latar belakang diatas, kelompok tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin di Ruang Perawatan Post Partum

 

B.     Tujuan

  1. Tujuan Umum

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, peserta dapat mengetahui informasi tentang Pijat Oksitosin

  1. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, diharapkan peserta dapat mengerti:

  1. Pengertian Pijat Oksitosin
  2. Tujuan pijat oksitosin
  3. Manfaat Pijat Oksitosin
  4. Teknik Pijat Oksitosin
  5. Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

C.    Topik

  1. Menjelaskan Pengertian Pijat Oksitosin
  2. Menjelaskan tujuan Pijat oksitosin
  3. Menjelaskan Manfaat Pijat Oksitosin
  4. Menjelaskan Teknik Pijat Oksitosin
  5. Menjelaskan Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

D. Metode

  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. Diskusi

E.     Media

  • Leaflet

leaflet download di ( https://drive.google.com/drive/folders/0B4g0Y7_imh8cMElfYThod1gxRUk )

F. Proses Pelaksanaan

No

Kegiatan Penyuluh

Respon Peserta

Waktu

1 Pendahuluan

*          Memberi salam

*          Memberi pertanyaan apersepsi

*          Mengkomunikasikan pokok bahasan

*          Mengkomunikasikan tujuan

 

*   Menjawab salam

*   Memberi salam

*   Menyimak

*   Menyimak

 

5 mnt

2 Kegiatan Inti

*         Menjelaskan Pengertian Pijat Oksitosin

*         Menjelaskan tujuan pijat oksitosin

*         Menjelaskan Manfaat Pijat Oksitosin

*         Menjelaskan teknik Pijat Oksitosin

*         Menjelaskan Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

*         Memberikan Kesempatan keluarga bertanya

*         Memberikan kesempatan perawat untuk menjawab pertanyaan

 

 

*   Menyimak

 

 

 

 

 

*   Bertanya

*   Memperhatikan

 

 

35 mnt

 

 

3 Penutup

*          Menyimpulkan materi penyuluhan   bersama perawat

*          Memberikan evaluasi secara lisan

*          Memberikan salam penutup

 

*   Memperhatikan

*   Menjawab

 

5 mnt

 

LAMPIRAN MATERI

  • PENGERTIAN

Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima- keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan (Yohmi & Roesli, 2009).

1. TUJUAN

Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau reflex let down.

 2. MANFAAT

Selain untuk merangsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Depkes RI, 2007).

3. PERSIAPAN ALAT

  • Alat-alat

– Kursi

– Meja

– Minyak kelapa

– BH khusus untuk menyusui

– Handuk

  • Persiapan perawat

– Menyiapkan alat dan mendekatkan ke pasien

– Membaca status pasien

– Mencuci tangan

  • Persiapan lingkungan

– Menutup gorden atau pintu

– Pastikan privasi pasien terjaga

4. CARA PIJAT OKSITOSIN

Langkah-langkah melakukan pijat oksitosin sebagai berikut (Depkes RI, 2007) :

  1. Melepaskan baju ibu bagian atas
  2. Ibu miring ke kanan maupun kekiri, lalu memeluk bantal
  3. Memasang handuk
  4. Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil
  5. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan dua kepalan tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan
  6. Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan-gerakan melingkar kecil-kecil dengan kedua ibu jarinya.
  7. Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang kearah bawah, dari leher kearah tulang belikat, selama 2-3 menit
  8. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali
  9. Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara bergantian.
  • WAKTU PELAKSANAAN YANG TEPAT

Waktu yang tepat untuk pijat oksitosin adalah sebelum menyusui atau memerah ASI, lebih disarankan. Atau saat pikiran ibu sedang pusing, badan pegal-pegal. Cukup 3-5 menit saja per sesi (Depkes, 2007).

 

                                                                  DAFTAR PUSTAKA

 

Cox, S. (2006).Breasfeeding with confidence: Panduan untuk Belajar Menyusui dengan Percaya Diri (Gracinia, Penerjemah). Jakarta: Gramedia. DEPKES RI, 2007

 

Elza, Y. (2009). Dukung Ibu untuk Meraih Emas, http://www.promosikesehatan.com/?act=article&id=402, diperoleh tanggal 07 April 2015.

 

Evariny, A. (2008). Agar ASI Lancar di Awal Masa Menyusui, http://www.hypnobirthing.web.id/?, diperoleh tanggal 07 April 2015.

 

Roesli, U & Yahmi, E. (2009). Manajemen Laktasi. Jakarta: IDAI.

 

Soraya, L. L. (2010). Agar ASI Lancar di Masa Menyusui, http://www.mailarchive.com/[email protected], diperoleh tanggal 07 April 2015.

PostHeaderIcon Satuan Acara Penyuluhan Batuk Efektif

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) 

TEKNIK BATUK EFEKTIF

 

Tema               : Teknik Batuk Efektif

Sasaran            : Pasien dengan gangguan sistem pernafasan dan keluarganya

Hari/tanggal    : Rabu, 6 Sept 2017

Waktu             : 11.00 – 11.40 WITA (40 menit)

Tempat            : Di Ruang Rawat Inap Penyakit Paru

 

  • Latar Belakang

Batuk merupakan gerakan refleks yang bersifat reaktif terhadap masuknya benda asing ke dalam saluran pernapasan. Gerakan ini terjadi atau dilakukan tubuh sebagai mekanisme alamiah untuk melindungi organ paru-paru. Batuk terjadi sebagai akibat stimulasi mekanik atau kimia pada nervus aferen pada percabangan bronkus. Batuk secara terkekeh-kekeh dapat menyebabkan seseorang kehilangan banyak energi, sulit untuk mengeluarkan dahak dan dapat mengiritasi tenggorokan. Sebagian besar orang mencari pertolongan medis agar batuk cepat mereda, sementara itu ada orang yang takut batuknya menjadi penyakit yang serius. Batuk mempengaruhi interaksi personal dan sosial, mengganggu tidur dan sering menyebabkan ketidaknyamanan pada tenggorakan dan dinding dada. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, kita dapat menggunakan teknik batuk efektif.

batuk efektifBatuk efektif merupakan batuk yang dilakukan dengan sengaja. Namun dibandingkan dengan batuk biasa, batuk efektif dilakukan melalui gerakan yang terencana atau dilatih terlebih dahulu, sehingga menghambat berbagai penghalang atau menghilangkan penutup saluran pernapasan. Teknik batuk efektif akan memberikan banyak manfaat, diantaranya untuk melonggarkan dan melegakan saluran pernapasan maupun mengatasi sesak napas akibat adanya lendir yang memenuhi saluran pernapasan. Lendir baik dalam bentuk dahak (sputum) maupun sekret dalam hidung, timbul akibat adanya infeksi pada saluran pernapasan maupun karena sejumlah penyakit yang diderita oleh seorang individu.

  • Tujuan
  1. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan pasien dan keluarga memahami dan memperagakan teknik batuk efektif.

  1. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu:

  1. Menjelaskan pengertian batuk efeketif
  2. Menjelaskan tujuan batuk efektif
  3. Menjelaskan teknik batuk efektif
  4. Mampu memperagakan teknik batuk efektif

 

  • Pokok Bahasan

Teknik Batuk Efektif

 

  • Sub Pokok Bahasan
  1. Pengertian batuk efeketif
  2. Tujuan batuk efektif
  3. Teknik batuk efektif

 

  • Metode
  1. Ceramah
  2. Demonstrasi
  3. Diskusi dan tanya jawab

PROSES PELAKSANAAN

waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Keluarga
5 menit

(11.00 s/d 11.05)

 

 

30 menit (11.05 s/d 11.35)

Pembukaan

a.       Memberi salam

b.      Memperkenalkan anggota kelompok dan pembimbing

c.       Melakukan kontrak waktu

d.      Menjelaskan tujuan penyuluhan

 

Inti

a. Menggali pengetahuan audien

tentang batuk efektif

b.Memberikan reinforcement positif

c. Menjelaskan pengertian batuk

efektif

d. Menjelaskan tujuan batuk efektif

e.   Menjelaskan teknik batuk efektif

f. Mendemonstrasikan tehnik batuk efektif

a.   Menjawab salam

b.   Mendengarkan dengan seksama

c.   Menyepakati kontrak

d.  Mendengarkan dengan seksama

 

 

 

a.   Menanggapi dan menjelaskan

 

b.   Memperhatikan dan mendengarkan

c. Mendengarkan dengan seksama

d. Mendengarkan dengan seksama

e.  Mendengarkan dengan seksama

f. Melakukan batuk efektif

5 menit (11.35 s/d 11.40) Penutup

a.   Menyimpulkan bersama-sama

b.  Mengucapkan terima kasih

c.   Mengucapkan salam penutup

 

 

a.       Memperhatikan dan mendengarkan

b.      Memperhatikan dan mendengarkan

c.       Menjawab salam

 

  • Media

Media : Leaflet

Leaflet dapat di download di ( https://drive.google.com/drive/folders/0B4g0Y7_imh8cMElfYThod1gxRUk )

 

 

                                                                                   BATUK EFEKTIF

 

  • Pengertian Batuk Efektif

Batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar dimana energy dapat dihemat sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal (Smeltzer, 2001).

  • Tujuan Batuk Efektif
  1. Mengurangi nyeri luka operasi saat batuk
  2. Membebaskan jalan nafas dari akumulasi sekret
  3. Mengeluarkan sputum untuk pemeriksaan diagnostik laborat
  4. Mengurangi sesak nafas akibat akumulasi secret
  5. Meningkatkan distribusi ventilasi.
  6. Meningkatkan volume paru
  7. Memfasilitasi pembersihan saluran napas
  • Teknik Batuk Efektif
  1. Tarik nafas dalam 4-5 kali
  2. Pada tarikan nafas dalam yang terakhir , nafas ditahan selama 1-2 detik
  3. Angkat bahu dan dada dilonggarkan serta batukkan dengan kuat dan spontan
  4. Keluarkan dahak dengan bunyi “ha..ha..ha” atau “huf..huf..huf..”
  5. Lakukan berulang kali sesuai kebutuhan
  • Alat dan Bahan yang disediakan
  1. Tissue/sapu tangan
  2. Gelas untuk penampungan dahak
  3. Gelas berisi air hangat

 

                                                                    DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, S. (2001). Buku ajar keperawtan medikal bedah. Jakarta: EGC.

Perry & Potter. Funamental Keperawatan. Jakarta: EGC.

Kowalak , J. (2011). Buku ajar patofisiologi. Jakarta: EGC.

Rab, T. (2010). Ilmu penyakit paru. Jakarta: TIM.

Tamsuri, A. (2008). Asuhan keperawatan klien gangguan pernafasan. Jakarta: EGC.

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak

Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.