Archive for the ‘Tips Sehat’ Category

PostHeaderIcon Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Cuci Tangan

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

 CUCI TANGAN

 

Tema               : Cuci Tangan

Sasaran            : Pasien dan keluarga di Ruang rawat inap penyakit dalam

Hari/tanggal    : jumat, 28 April 2017

Waktu             : 11.45 – 12.25 WITA (40 menit)

Tempat            : Di Ruang Rawat inap penyakit dalam

 

  • Latar Belakang

Mencuci tangan merupakan langkah yang cukup penting untuk mencegah penyebaran penyakit.  Tangan  merupakan salah satu jalur penularan berbagai penyakit  menular seperti penyakit gangguan usus dan pencernaan (diare, muntah) dan berbagai penyakit lainnya yang dapat berpotensi membawa kepada arah kematian.

Tangan merupakan salah satu penghantar utama masuknya kuman penyakit ke tubuh manusia. Kontak dengan kuman dapat terjadi di mana saja, melalui meja, gagang pintu, sendok, dan sebagainya. Penelitian bahkan menyebutkan bahwa keyboard komputer di perkantoran dan gagang telepon mengandung lebih banyak kuman dari pada di toilet.

mencuci tanganFakta saat ini menunjukan masih rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada saat penting dalam masyarakat yaitu sebelum makan 14,3%, sesudah buang air besar 11,7%, setelah menceboki bayi 8,9%, sebelum menyuapi anak 7,4% dan sebelum menyiapkan makanan hanya 6%. Hal ini membuktikan masih belum adanya kesadaran mencuci tangan guna mencegah penyebaran penyakit.

Sangatlah penting mencuci tangan dengan cara yang benar karena kita berkontak dengan jutaan kuman setiap harinya.

  • Tujuan
  1. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan pasien dan keluarga memahami dan memperagakan cara mencuci tangan dengan baik.

  1. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu:

  1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan mencuci tangan
  2. Tujuan mencuci tangan
  3. waktu mencuci tangan
  4. Langkah mencuci tangan
  • Pokok Bahasan

Teknik Cuci tangan

  • Sub Pokok Bahasan
  1. Pengertian Cuci Tangan
  2. Tujuan Cuci Tangan
  3. Teknik Cuci Tangan
  • Metode
  1. Ceramah
  2. Demonstrasi
  3. Diskusi dan tanya jawab
  • Media

Media : Leaflet

 

waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Keluarga
5 menit

(11.45 s/d 11.50)

 

 

30 menit (11.50 s/d 12.20)

Pembukaan

a.       Memberi salam

b.      Memperkenalkan anggota kelompok dan pembimbing

c.       Melakukan kontrak waktu

d.      Menjelaskan tujuan penyuluhan

Inti

a. Menggali pengetahuan audien

tentang Cuci Tangan

b.Memberikan reinforcement positif

c. Menjelaskan pengertian Cuci Tangan

d. Menjelaskan tujuan cuci tangan

e.   Menjelaskan teknik cuci tangan

f. Mendemonstrasikan teknik cuci tangan

a.   Menjawab salam

b.   Mendengarkan dengan seksama

 

c.   Menyepakati kontrak

d.  Mendengarkan dengan seksama

 

a.   Menanggapi dan menjelaskan

b.   Memperhatikan dan mendengarkan

c. Mendengarkan dengan seksama

d. Mendengarkan dengan seksama

e.  Mendengarkan dengan seksama

f. Melakukan cuci tangan

5 menit (12.20 s/d 12.25) Penutup

a.   Menyimpulkan bersama-sama

b.  Mengucapkan terima kasih

c.   Mengucapkan salam penutup

 

 

a.       Memperhatikan dan mendengarkan

b.      Memperhatikan dan mendengarkan

c.       Menjawab salam

 

Lampiran

 

Materi Cuci Tangan

 

  • Pengertian Cuci Tangan

Mencuci tangan adalah membasahi tangan dengan air mengalir untuk menghindari penyakit, agar kuman yang menempel pada tangan benar-benar hilang

  • Waktu Cuci Tangan
  1. Setelah buang air besar (BAB)
  2. Setiap kali tangan kita kotor ( setelah memegang uang, memegang binatang, berkebun dll )
  3. Sebelum memegang makanan
  • Manfaat mencuci tangan
  1. Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan
  2. Mencegah penularan penyakit seperti diare, disentri, kolera, thypus, cacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Flu burung dll
  3. Tangan menjadi bersih dan penampilan lebih menarik
  • Tehnik Cuci Tangan
  1. Basuh tangan dengan air
  2. Tuangkan sabun secukupnya
  3. Ratakan dengan kedua telapak tangan
  4. Gosok punggung dan sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya
  5. Gosok kedua telapak dan sela – sela jari
  6. Jari-jari dalam dari kedua tangan saling mengunci
  7. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya
  8. Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya
  9. Bilas kedua tangan dengan air mengalir dan keringkan

 

  • Alat dan Bahan yang disediakan
  1. Tissue/sapu tangan
  2. Sabun/handrub

 

 

                                                            DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Danim, S. (2003). Riset Keperawatan: Sejarah dan Metodologi. Jakarta: EGC.

Departemen Kesehatan RI. (2011). Cuci Tangan Pakai Sabun Dapat Mencegah Berbagai Penyakit. From http://www.depkes.go.id. Diakses 13 Januari 2012.

Hidayat, A.A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba medika.

Hidayat, A.A. (2005). Model Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Inayah L. (2006). Asuhan Keperawatan Pada Kelien Dengan Gangguan Sistem Pencernaan. Jakarta: Salemba Medika.

PostHeaderIcon Tips Membersihkan Telinga Dengan Aman

Tips Membersihkan Telinga Dengan Aman

Ketika telinga terasa gatal, biasanya apa yang kita lakukan ? Biasanya sih ngambil cotton bud trus berusaha memasukkan ke telinga bertujuan untuk membersihkannya. Kalau jaman dulu biasa menggunakan ujung bulu ayam, atau peniti, jepitan rambut ada juga lidi yang ujungnya dipilin kapas. Tentu bahan – bahan tersebut kemungkinan saja tidak bersih bahkan beresiko mengiritasi dinding telinga.

 

Kotoran Telinga

Kotoran telinga atau bahasa medisnya disebut serumen merupakan cairan lendir yang diproduksi oleh kelenjar pada kulit di lubang telinga. Serumen ini penting sekali untuk menangkal benda-benda asing seperti debu, serangga, agar benda – benda tersebut tidak masuk ke bagian telinga yang lebih dalam.

Dalam situasi normal sebenarnya organ telinga kita memiliki mekanisme self cleansing dengan mendorong kelebihan serumen menuju keluar tubuh secara perlahan. Jadi tanpa dibersihkan pun telinga sudah bisa membersihkan dirinya sendiri, cuma waktunya pada masing – masing orang berbeda – beda tergantung anatomi serta kecepatan produksi serumen di telinga.

Tetapi pada bayi dan anak-anak, mekanisme ini belum berjalan sempurna, sehingga tidak jarang serumen hanya menumpuk di dalam liang telinga bahkan dalam waktu lama serumen akan mengeras dan menyumbat liang telinga. Hal ini menyebabkan pendengaran anak terganggu, adanya rasa gatal dan nyeri di telinga dan sering kali pada bayi malah menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

 

Tips Membersihkan Telinga Secara Aman

Menurut beberapa dokter spesialis THT ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk menjaga kebersihan telinga secara aman agar terhindar dari hal-hal yang justru dapat merusak telinga antara lain :

  1. Saat membersihkan telinga hendaknya tidak menggunakan alat tajam yang dapat mengiritasi telinga seperti penjepit rambut, bulu ayam, lidi dan sebagainya. Penggunaan cotton bud, kapas, tissu boleh saja digunakan untuk menjaga kebersihan telinga namun hanya pada telinga bagian luar saja. Jangan sekali – kali memasukkan cotton bud dan sebagainya ke lubang telinga.
  2. Jika terpaksa harus menggunakan cotton bud, sebaiknya pilih yang kualitasnya bagus, agar bagian kapasnya tidak tertinggal di liang telinga atau tangkainya patah. Dan saat menggunakannya tidak boleh bergesekan dengan dinding liang telinga karena dapat menyebabkan iritasi.
  3. Saat membersihkan telingan dari serumen yang mengeras, lebih baik dengan cara irigasi. Caranya adalah dengan terlebih dahulu meneteskan baby oil sebanyak 5 tetes ke dalam liang telinga (telinga menghadap ke atas), kemudian tunggu kurang lebih 15 menit sampai serumen menjadi lunak. Setelah itu masukkan air hangat ke dalam spuit 5 cc (tanpa jarum) terus semprotkan pelan-pelan ke dalam liang telinga sampai semua kotoran keluar (kepala posisi tegak). Lakukan berulang-ulang sampai bersih, kemudian keringkan daun telinga dengan kain lembut.
  4. Jika ada keluhan pada telinga, misalnya nyeri, gangguan pendengaran, terdapat serumen yang mengeras sampai menyumbat liang telinga, jangan sekali-kali mengorek telinga, lebih baik segera periksa ke dokter spesialis THT agar mendapatkan penanganan yang benar.

PostHeaderIcon Tips Menjaga Kesehatan Mata

Tips Menjaga Kesehatan Mata

Mata sebagai salah satu panca indra kita memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Dunia yang begitu indahnya tidak akan dapat dinikmati jika mata kita tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kita mesti bersyukur dianugerahi oleh Tuhan karena memiliki organ satu ini, dan tentu saja kita harus menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Mungkin lebih dari separuh waktu dalam sehari kita gunakan untuk membaca. Pagi sebelum berangkat ke kantor, saat dikantor, saat di rumah pun kita sering membawa tugas kantor, malam sebelum tidur juga kita gunakan untuk membaca, baik membaca pada media cetak, media televisi, sampai tablet atau komputer yang memiliki tingkat radiasi tertentu.

tips menjaga kesehatan mataJika kebiasaan membaca ini salah atau sikap dan posisi membaca yang salah, dalam waktu lama tentunya akan mengakibatkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan pada mata. Gangguan yang biasa terjadi berupa gangguan kontraksi lensa mata seperti mata minus atau plus, atau silinder, mata rabun serta katarak. Jika hal ini terjadi tentu akan berdampak pula terhadap kinerja kita.

Oleh sebab itu kita berkewajiban memelihara mata kita agar tetap sehat dan berfungsi optimal dengan melakukan kebiasaan yang benar dan dibantu dengan nutrisi yang baik. Berikut tips memelihara kesehatan mata yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Yang paling dominan adalah kebiasaan membaca. Hal yang perlu diperhatikan dalam kebiasaan membaca adalah :

1. Perhatikan jarak ideal dalam setiap kali membaca buku. Jarak yang benar antara mata dengan buku yang dibaca adalah 30 cm. Untuk itu sebaiknya biasakan membaca buku dengan cara duduk tegak dan buku ditaruh di atas meja. Jangan membungkuk karena tanpa disadari posisi membungkuk membuat jarak mata ke buku akan berkurang dari jarak ideal. Kebiasaan membaca buku terlalu dekat dapat membuat mata minus karena lensa mata terlalu dipaksa berkontraksi.

2. Jangan sekali-kali membaca buku sambil tiduran. Karena hal yang terjadi biasanya jarak ideal mata dengan objek yang dibaca tanpa disadari berkurang dari jarak ideal.

3. Perhatikan penerangan disekitar saat membaca. Penerangan yang terlalu redup akan memaksa mata untuk bekerja maksimal sehingga membuat mata cepat lelah dan dalam jangka panjang dapat membuat kerusakan persyarafan mata.

4. Jangan lupa untuk istirahat disela-sela aktivitas membaca. Idealnya kita berada di atas buku atau dihadapan komputer maksimal selama satu jam. Setelah itu kita harus mengistirahatkan mata dengan cara berdiri kemudian berjalan ke luar ruangan untuk memandang benda-benda yang jauh agar memberikan kesempatan mata tidak terforsir untuk berkontraksi. Setelah beberapa saat baru boleh kembali membaca atau mengerjakan tugas di komputer.

5. Ingat untuk selalu membasahi bola mata dengan cara berkedip. Semakin intens kita membaca atau memperhatikan suatu objek di layar komputer biasanya frekuensi kedipan mata semakain jarang. Hal ini membuat permukaan bola mata menjadi kering. Maka selalu ingat untuk berkedip saat membaca atau menatap layar komputer.

6. Jangan biasakan mengucek mata. Bagi beberapa orang mengucek mata menjadi kebiasaan disaat mata terasa lelah atau terasa gatal. Seringkali tangan yang dipakai mengucek mata justru menjadi media penularan penyakit, sehingga seringkali terjadi peradangan pada mata.

Selain melakukan kebiasaan yang benar, perlu juga menjaga kesehatan mata dengan cara diet yang benar dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin yang baik untuk menjaga kesehatan mata, antara lain :

1. Banyak makan makanan yang mengandung vitamin A dan beta karoten untuk menjaga kesehatan mata misalnya wortel, ubi jalar.

2. Mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber lutein dan zeaxantin untuk mencegah penyakit katarak, penurunan penglihatan yang terdapat pada sayuran berwarna hijau seperti bayam, atau telur terutama kuning telur.

3. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C misalnya buah jeruk, brokoli, ubi jalar untuk mencegah katarak dan penurunan daya penglihatan.

4. Perbanyak makanan yang mengandung asam lemak omega 3 untuk memenuhi nutrisi organ mata agar tetap berfungsi optimal seperti ikan salmon dan sarden.

Yang tidak kalah penting untuk tetap menjaga kesehatan mata adalah berhenti dari kebiasaan merokok. Rokok yang ternyata mengandung 4000 macam zat kimia dan 40 diantaranya sangat berbahaya bagi kesehatan si perokok sendiri dan juga berbahaya bagi keluarga sekitarnya sebagai perokok pasif. Kandungan bahan rokok sangat merugikan untuk kesehatan mata yang dapat menyebabkan katarak serta kerusakan persarafan di organ mata.

 

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak

Copyright © 2008 - 2018 NursingBegin.com.