PostHeaderIcon Komunikasi Dalam Triage


Instalasi Rawat Darurat seringkali merupakan unit dengan aktifitas tinggi dan emosional, dan ini bisa terjadi di triage. Bayangkan sebuah IRD yang sibuk pasien berbaris di depan meja, ambulans membawa banyak pasien pada brancard, keluarga dan anak-anak menangis, anak-anak dan staf yang lain mencari saran dan informasi. Perawat Triage sering berhubungan dengan semua kondisi tersebut, dan harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan kerabat, petugas ambulans, tenaga perawat medis dan lainnya, dan staf administrasi dan pengunjung, serta membentuk suatu proses komunikasi fungsional untuk memungkinkan penilaian pasien efektif.

Sebagai klinisi triage, anda harus membuat penilaian berbasis kebutuhan berdasarkan informasi yang diperoleh selama pemeriksaan triage. Komunikasi yang efektif adalah penting untuk memperoleh informasi yang akurat, sehingga dapat membuat penilaian yang akurat pada waktunya. Saat masalah terjadi dalam proses komunikasi kemampuan perawat triage untuk mengumpulkan informasi dapat terganggu. Sangat penting bagi perawat triage untuk menyadari potensi hambatan komunikasi yang efektif dalam lingkungan triage dan untuk meminimalkan dampak tersebut pada pelaksanaan triage.

Jadi apa yang kita lakukan jika komunikasi verbal tidak mungkin, seperti dalam kasus seorang pasien yang tidak sadarkan diri ? Dalam kondisi demikian mempunyai dasar keterampilan dalam pemeriksaan fisik adalah yang terpenting, sebagai cara pengumpulan data yang digunakan untuk mengidentifikasi prediktor fisiologis, dan dengan demikian menentukan tingkat urgensi menjadi metode triage utama. Ingat juga bahwa dalam beberapa kasus komunikasi melalui orang ketiga seperti pengasuh, kerabat atau penterjemah dapat berkontribusi dalam proses penilaian. Dalam kasus seperti itu komunikasi juga mungkin menantang dimana pesan yang dikirim dari orang ketiga adalah interpretasi mereka sendiri, yang dapat beresiko menjadi hambatan dalam komunikasi.

Komunikasi adalah proses mengirim dan menerima pesan antar individu dalam konteks dinamis. Setiap individu membawa tanggung jawab sebagai pengirim maupun penerima pesan. Seluruh proses komunikasi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan stimulus.

Ada beberapa isu penting terkait dengan pasien, perawat dan lingkungan yang dapat berdampak pada kompleksitas dari proses komuniksi. Komunikasi literature umumnya mengacu pada faktor-faktor yang mempengaruhi seperti kebiasaan-kebiasaan  eksternal atau kebisingan fisik, internal atau kebisingan psikologis, sumantik atau kebisingan interpretasional. Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa pasien mungkin mengalami kesulitan memenuhi tanggung jawab mereka sebagai pengirim dan penerima komunikasi, karena ‘kebisingan’ yang terjadi dalam triage. Ini berarti bahwa perawat Triage akan sering membawa tanggung jawab untuk mengenali dan mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi baik dari diri mereka maupun pasien.

Faktor-Faktor Yang Berdampak Pada Proses Komunikasi Di Triage

Proses komunikasi yang komplek selalu terjadi dalam berbagai faktor yang mempengaruhi. Semakin Perawat Triage memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi, komunikasi akan lebih baik dan data yang berkualitas dapat dikumpulkan.

 

Faktor-faktor yang harus diperhatikan antara lain:

•           Lingkungan fisik: adanya hambatan seperti kaca, meja, kurangnya privasi, kebisingan yang mengganggu dan pergerakan orang di area tersebut, semuanya akan berdampak pada proses komunikasi di triage.Hal ini sering memerlukan upaya ekstra yang dilakukan oleh perawat Triage untuk dapat mengatasi hambatan, dan meyakinkan pasien bahwa komunikasi mereka dengan perawat adalah bersifat pribadi, menyeluruh dan rahasia.

•           Kendala Waktu: Penilaian triage umumnya harus tidak lebih dari dua sampai lima menit agar terjadi keseimbangan antara kecepatan dan ketelitian .

•           Penggunaan Bahasa: Penggunaan jargon, baik itu jargon medis atau ‘bahasa jalanan ‘, dapat mengakibatkan terjadi salah tafsir antara dua yang berbicara bahasa yang berbeda

•           PerilakuNon-verbal: Bahasa tubuh, ekspresi wajah dan nada suara pada pasien dan perawat selama proses komunikasi merupakan aspek penting dalam komunikasi.

•           Keragaman budaya: Ini termasuk perbedaan umur, jenis kelamin, etnis, bahasa, agama, status sosial ekonomi dan pengalaman hidup.

•          Sifat masalah kesehatan: Masalah Kesehatan yang sangat sensitif, hal memalukan atau menimbulkan kecemasan akan rnempengaruhi cara informasi dikomunikasikan baik oleh pasien dan Perawat Triage.

•           Harapan dan asumsi : individu datang ke triage dengan harapan sesuatu akan terjadi. Harapan ini dipengaruhi oleh persepsi mereka tentang urgensi masalah kesehatan dan pengalaman masa lalu mereka terhadap pelayanan kesehatan, dan kadang-kadang tidak realistis. Keakraban Perawat Triage dengan lingkungan triage dan dengan lingkungan pasien dapat memberikan pengaruh positif dan negatif. Meskipun pengaruh tersebut dapat membantu dalam pengenalan gejala awal, hal itu dapat berpotensi menyebabkan asumsi yang tidak tepat dan bias.

•           Emosi: individu  termasuk pasien dan perawat  bereaksi terhadap stres dan kecemasan dengan cara yang berbeda dan dengan berbagai intensitas. Reaksi ini dapat berdampak pada kemampuan seseorang untuk memberikan informasi yang koheren dan kemampuan mereka untuk menjawab pertanyaan dengan jelas.Kemampuan Perawat Triage untuk tetap tenang dan mencapai komunikasi yang efektif dalam lingkungan ini sangat penting.

 

Tantangan Yang Dihadapi Dalam Komunikasi

Sering kali, orang datang dengan perilaku yang menghambat komunikasi yang tanpa disadari menyatakan bahwa orang tersebut seorang yang belum terpenuhi kebutuhan dasarnya. Memahami apa yang mendasari perilaku menentang komunikasi, secara bersama-sama dengan menyadari perilaku yang memicu respons emosional dalam diri mereka, dapat membantu perawat Triage untuk merespon balik perilaku itu sendiri.

Mengembangkan strategi dasar untuk menafsirkan perilaku komunikasi secara cepat dapat membantu dalam meminimalkan dampak perilaku yang menghambat komunikasi pada saat penilaian triage.

 

Artikel Lainnya:

  1. Model Triage Di Unit Gawat Darurat
  2. Kepuasan Kerja Perawat
  3. Konsep Beban Kerja Perawat
  4. Pengertian Diagnosa Perawat
  5. Askep SLE

 

 


Leave a Reply

*

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.