PostHeaderIcon Model Triage di Unit Gawat Darurat


Model Triage di Unit Gawat Darurat

 

Beberapa model triage yang bisa dijadikan pedoman dalam memilah pasien di unit gawat darurat. Australasian Triage Scale (ATS), sebelumnya National Triage Scale (NTS) National Triage Scale (NTS) telah dilaksanakan pada tahun 1993, menjadi sistem triage pertama yang digunakan unit gawat darurat rumah sakit pemerintah di seluruh Australia. Pada akhir 1990-an, NTS mengalami perbaikan dan kemudian berganti nama menjadi Australasia Triage Scale (ATS). ATS memiliki lima katagori:

  • Immediately life-threatening (dengan segera mengancam nyawa atau kategori 1)
  • Imminently life-threatening (dalam waktu dekat akan mengancam nyawa atau kategori 2)
  • Potentially life-threatening or important time-critical treatment or severe pain (berpotensi mengancam nyawa atau perlu waktu penanganan yang segera atau nyeri berat atau kategori 3)
  • Potentially life-serious or situational urgency or significant complexity (berpotensi menjadi kondisi serius atau situasional urgensi atau tingkat kompleksitas yang signifikan atau kategori 4)
  • Less urgent/kurang mendesak atau kategori 5)

ATS telah disahkan oleh Australasian college Emergency Medicine dan diadopsi dalam indikator kinerja oleh the model-triage-di unit-gawat-daruratAustralian Council on Healthcare Standards.   Canadian Triage and Acuity Scale (CTAS) Canadian Triage and Acuity Scale (CTAS) secara resmi termasuk dalam kebijakan di seluruh Canada pada tahun 1997.The CTAS telah disahkan oleh Canadian Association of Emergency Physicians and the National Emergency Nurses Affiliation of Canada. Skala ini sangan mirip dengan ATS dalam hal tujuan waktu memperoleh penanganan, dengan pengecualian dari kategori 2, yang adalah <15 menit dimana ATS adalah <10 menit.

Manchester Triage Scale (MTS) Manchester Triage Scale (MTS) bersama-sama dikembangkan oleh Canadian Association of Emergency Physicians and the National Emergency Nurses Affiliation of Canada. MTS berbeda baik dengan ATS maupun CTAS dalam hal pendekatan berbasis algoritma untuk pengambilan keputusan. MTS menggunakan 52 flow chart yang membutuhkan pembuat keputusan untuk memilih algoritma yang tepat berdasarkan keluhan pasien, dan kemudian mengumpulkan dan menganalisis informasi sesuai dengan kondisi yang mengancam nyawa, rasa sakit, perdarahan, tingkat kesadaran, suhu, dan durasi tanda dan gejala. MTS membutuhkan dokumentasi standar, dan pendekatan ini diyakini menghemat waktu yang diperlukan untuk dokumentasi. Selain itu, pendekatan ini dianggap sangat bermanfaat bagi perawat pemula karena proses pengambilan keputusan dilakukan dengan parameter yang sudah ditetapkan. Kesulitan penerapan MTS adalah membutuhkan sistem komputerisasi yang canggih.

Emergency Severity Index (ESI) Emergency Severity Index (ESI) adalah suatu sistem kategorisasi triage yang didasarkan pada ketajaman pengobatan (Berapa lama seorang pasien harus diperiksa?) dan penggunaan sumber daya (Apa sumber daya yang cenderung diperlukan?). ESI telah disempurnakan pada beberapa kesempatan. ESI diketahui dapat diandalkan saat diuji dengan scenario khusus yang ditulis, dan saat ini sedang dipertimbangkan untuk digunakan di seluruh Amerika.

Simple Triage And Rapid Treatment START / Triage Tagging Sistem METTAG Simple triage mengidentifikasi pasien mana yang memerlukan tindakan secepatnya. Immediate atau prioritas 1 (merah), pasien ini dalam keadaan kritis dan akan meninggal bila tidak ditangani segera. Delayed atau prioritas 2 (kuning), evakuasinya dapat ditunda hingga seluruh prioritas 1 sudah dievakuasi. Pasien ini dalam kondisi stabil namun memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Minor atau prioritas 3 (hijau), tidak dievakuasi sampai prioritas 1 dan 2 seluruhnya telah dievakuasi. Pasien ini biasanya tidak memerlukan penanganan medis lebih lanjut setidaknya selama beberapa jam. Lanjutkan re-triage untuk mencegah terlewatnya perburukan kondisi. Pasien ini dapat berjalan, dan umumnya hanya memerlukan perawatan luka dan antiseptik. Pasien meninggal (hitam) ditinggalkan di posisi dimana mereka ditemukan, sebaiknya ditutup. Pada pemantauan START, seseorang dianggap meninggal bila tidak bernapas setelah dilakukan pembersihan jalan napas dan percobaan napas buatan.


Leave a Reply

*

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.