PostHeaderIcon Penanggulangan Bencana Internal Rumah Sakit Dari Bahaya Kebakaran

Penanggulangan Bencana Internal Rumah Sakit Dari Bahaya Kebakaran. Kemungkinan bencana yang terjadi di rumah sakit dapat berupa: kebakaran, gempa bumi, ancaman bom, kecelakaan akibat zat berbahaya, kejadian luar biasa penyakit. Penanganan untuk masing-masing bencana adalah sebagai berikut:

Penanganan Bahaya Kebakaran

Jika terjadi kebakaran kemungkinan jenis korban yang terjadi berupa: luka bakar, sesak nafas, trauma, histeria, meninggal dunia.

Langkah-langkah yang dilakukan jika terjadi kebakaran adalah:

1. Pindahkan korban, peralatan medis, serta dokumen penting ke tempat yang aman, misalnya diarahkan ke area berkumpul.

2. Hubungi petugas satpam atau operator untuk menghubungi petugas kebakaran. Hal yang perlu disampaikan bahwa telah terjadi kebakaran, lokasi kebakaran, dan sebutkan nama pelapor dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

3. Segera mengambil APAR untuk memadamkan api, namun jika api sudah terlampau besar, jangan mengambil resiko.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Terjadi Kebakaran :

1. Kejadian kebakaran harus segera dilaporkan.

2. Bila Anda berada di bangunan bertingkat, evakuasi dilakukan melalui tangga, jangan sekali-kali menggunakan lift karena disaat terjadi kebakaran kemungkinan akan terjadi pemutusan arus listrik, sehingga kemungkinan Anda bisa terjebak di lift.

3. Segera matikan arus listrik, dan gunakan lampu emergensi sebagai penerangan.

4. Untuk mencegah korsleting, matikan peralatan yang menggunakan listrik, seperti monitor, mesin anastesi, suction dan peralatan elektronik lainnya.

5. Tetap tenang dan jangan panik.

6. Tetap menunduk, karena asap akan mengepul di plafon ruangan, sedangkan tempat yang lebih rendah memiliki udara yang lebih bersih.

Hal yang Perlu Diketahui Agar Proses Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dapat Berjalan Dengan Baik:

1. Ketahui tempat menaruh APAR, dan cara menggunakannya.

2. Nomor ekstension satpam, operator dan nomor telepon dinas kebakaran terdekat.

3. Area berkumpul, jalur evakuasi dan pintu-pintu darurat.

4. Di setiap unit dan tiap shift jaga, ada orang yang bisa mengambil keputusan (kepala ruangan / ketua tim) dan tahu prosedur penanggulangan jika musibah kebakaran terjadi.

 

 

Artikel Lainnya:

  1. Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  2. Model Triage di Unit Gawat Darurat
  3. Proposal Pelaksanaan Ronde Keperawatan
  4. Kepuasan Kerja Perawat
  5. Protap Pemasangan Infus

 

 

PostHeaderIcon Respon Obat Yang Tidak Diinginkan

Respon obat yang tidak diinginkan. Dalam dua puluh tahun terakhir, banyak sekali produk obat yang diproduksi pabrik obat, dan beredar ke masyarakat, banyak diantara obat tersebut dibuat secara sintetik. Wajar jika seseorang yang berkecimpung di bidang farmasi tidak mengikuti seluruh perkembangan obat yang terjadi.

Bahwa 1-3 % dari pasien yang opname di rumah sakit mengalami keluhan yang diakibatkan oleh reaksi obat (tidak termasuk kecanduan obat, overdosis). 10 % diantaranya mengalami insiden efek samping ringan hingga berat.

Dokter yang merawat pasien, menulis resep dan apoteker yang memberikan obat yang diresepkan, mengemban tanggung jawab pertama terhadap terapi yang diberikan. Tanggung jawab berikutnya ada di bidang keperawatan, yang memberikan langsung obat kepada pasien sesuai dengan dilegasi dari dokter.

Respon Obat Yang Tidak Diinginkan

Semua tim kesehatan yang terlibat dalam pemberian asuhan kepada pasien, harus selalu mempertimbangkan kemungkinan efek samping dari obat yang dapat timbul tanpa diduga sebelumnya. Skrining yang tepat dari saat pasien baru pertama kali masuk ke pelayanan kesehatan sangat diperlukan apakah pasien memiliki riwayat alergi obat atau tidak. Respon obat yang tidak diinginkan adalah:

1.      Alergi obat

Alergi obat adalah respon abnormal seseorang terhadap bahan obat atau metabolitnya akibat dari reaksi imunologi yang terjadi selama atau setelah pemakaian obat.

2.      Hipersensitivitas

Hipersensitivitas sering disebut reaksi hipersensitivitas adalah reaksi berlebihan, atau tidak diinginkan karena respon imun  terlalu sensitif yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. akibat reaksi ini bisa merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal bagi tubuh.

3.      Toleransi

Toleransi obat adalah kondisi yang ditandai oleh penurunan efek obat pada pemberian berulang. Dalam beberapa kasus, toleransi obat menyebabkan kebutuhan untuk meningkatkan dosis obat agar mencapai efek yang sama.

4.      Idiosinkrasi

Idiosinkrasi adalah reaksi obat yang timbul namun tidak berhubungan dengan sifat farmakologi obat.

5.      Ketergantungan

Ketergantungan obat atau juga disebut kecanduan obat adalah situasi di mana penggunaan obat telah mengubah perilaku dan metode pengguna, menciptakan kebutuhan untuk terus menggunakan atau mendapatkan dosis lebih banyak.

6.      Interaksi obat

Interaksi obat adalah situasi di mana suatu zat mempengaruhi aktivitas obat, yaitu meningkatkan atau menurunkan efeknya, atau menghasilkan efek baru yang tidak diinginkan atau direncanakan. Interaksi dapat terjadi antar obat atau antara obat dengan makanan serta obat-obatan herbal.

7.      Akumulasi

Akumulasi obat adalah peningkatan kadar terapeutik obat di dalam tubuh, akibat pemberian obat dengan interval lebih pendek dari dosis seharusnya.

8.      Sinergisme

Sinergisme obat adalah interaksi di mana efek dua obat yang bekerja pada tempat yang sama saling memperkuat.

9.      Antagonisme

Antagonisme obat adalah keadaan dimana efek dua obat pada tempat yang sama saling berlawanan atau menetralkan.

 

 

Artikel Lainnya:

  1. Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  2. Protap Pemeriksaan Vital untuk Perawat
  3. Model Triage di Unit Gawat Darurat
  4. Analisis Toksikologi Sampel Darah dan Urine
  5. Kepuasan Kerja Perawat

 

 

 

PostHeaderIcon Cara Memotong Kuku Jari Yang Benar

Cara Memotong Kuku Jari Yang Benar. Kuku merupakan organ tubuh manusia yang berguna untuk melindungi saraf-saraf yang berada di ujung jari.  Tanpa disadari kuku merupakan tempat yang bagus bagi pertumbuhan kuman dan cacing, terutama kuku kaki yang bersentuhan langsung dengan tanah. Karena organ tubuh ini begitu penting, maka kita wajib merawatnya.

Kesehatan kuku jari bisa sebagai tolak ukur dalam menilai kebersihan, perawatan diri, status gizi bahkan status psikologis seseorang. Kuku yang kotor, tidak terawat, dan panjang selain tidak sedap dipandang, juga dapat mengganggu pergerakan, menimbulkan cedera, bahkan infeksi.

Definisi Kuku

Kuku terdiri dari sel epidermis yang mati kemudian mengeras dan berubah bentuk, tumbuh di ujung jari. Akar kuku merupakan pangkal kuku yang tertanam di dalam kulit dekat tulang jari. Pada umumnya kuku berwarna kemerahan akibat dari banyaknya pembuluh darah kapiler di bawah permukaannya.

Kuku manusia selalu tumbuh tanpa batas, pada kuku tangan kecepatan pertumbuhannya mencapai setengah sampai satu setengah milimeter dalam satu minggu, sedangkan kuku kaki hanya seperempat dari kecepatan pertumbuhan kuku tangan. Pertumbuhan kuku dipengaruhi tingkat asupan nutrisi, terutama kalsium.

Jika diteliti secara kimia, jaringan kuku sama dengan rambut yang terbentuk dari keratin protein yang banyak mengandung sulfur.

Manfaat Kuku

Kuku berfungsi untuk melindungi ujung jari yang penuh dengan reseptor jaringan saraf, serta dengan adanya kuku dapat meningkatkan daya sentuhan jari karena ujung jari sendiri terdiri dari kulit yang lembut.

Alat Dan Bahan untuk Memotong Kuku

  • Gunting kuku, sebaiknya yang tajam, karena gunting kuku yang tidak tajam membuat ujung kuku tidak rata.
  • Waskom yang berisi air hangat  (air hangat yang berisi perasan jeruk jika ada).

Cara Memotong Kuku

  • Sebelum kuku dipotong, rendam dulu jemari tangan atau kaki yang akan dipotong dalam air hangat selama 10 menit. Hal ini berfungsi untuk membuat kuku lebih lembut dan mudah dipotong.
  • Guntinglah kuku di bawah sinar yang terang agar Anda dapat melihat jelas bagian yang masih kurang rapi.
  • Potong kuku dengan arah melengkung sesuai bentuk jari.
  • Hindari menarik kuku saat belum terpotong sempurna. Hal ini dapat membuat kuku terkelupas dan jari bisa terluka.
  • Jangan memotong kuku terlalu pendek. Lapisan kulit di bawah kuku sangat lembut, jika tidak terlindungi, lapisan tersebut akan mudah iritasi.
  • Setelah memotong kuku, gunakan kikir kuku untuk merapikan ujung kuku yang tajam.

 

Cara Membersihkan Kuku Sehari-hari

Untuk membersihkan kuku, dapat dilakukan dengan merendam kuku dalam air hangat yang dicampur dengan perasan air jeruk nipis dam madu. Rendam tangan atau kaki selama kurang lebih 15 menit. Air hangar dapat membuat kulit di sekitar kuku menjadi lunak sehingga mudah untuk dibersihkan, khususnya pada daerah pinggir kuku yang sering dimasuki kotoran.  Air jeruk mengandung astringent yang dapat menghilangkan warna kusam, sedangkan madu kaya akan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel kuku.

Gunakan pisau kuku untuk membersihkan daerah pinggir kuku.  Jangan menggunakan alat yang lain (ujung pisau dapur, ujung gunting kertas, karena dapat membuat jari luka).

Untuk menjaga kesehatan kuku dari dalam dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti susu dan keju.

 

Hati-Hati Menggunakan Pewarna Kuku

Jangan menggunakan pewarna kuku, meskipun mampu meningkatkan penampilan. Zat yang terkandung pada pewarna kuku dapat mematikan sel kuku. Jika memang terpaksa menggunakan pewarna kuku, gunakan yang terbuat dari bahan alami.

 

 

Artikel Lainnya:

  1. Pola Hidup Sehat untuk Menjaga Kesehatan Jantung.
  2. Makan Buah untuk Menjaga Kesehatan.
  3. Tips Sehat Bagi Penderita Kencing Manis.
  4. Tips Agar Cepat Hamil.
  5. Pengobatan Darah Tinggi.

 

 

 

Download ASKEP

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak

Copyright © 2008 - 2015 NursingBegin.com.