PostHeaderIcon Penanggulangan Bencana Internal Rumah Sakit Dari Bahaya Gempa Bumi

Penanggulangan Bencana Internal Rumah Sakit Dari Bahaya Gempa Bumi. Kemungkinan bencana yang terjadi di rumah sakit adalah kebakaran, gempa bumi, ancaman bom, kecelakaan oleh karena zat berbahaya, kejadian luar biasa penyakit. Dalam artikel ini akan dijelaskan penanganan bencana gempa bumi sebagai berikut :

Penanganan Jika Terjadi Gempa Bumi

Disaat gempa bumi mengguncang secara tiba-tiba, tetaplah tenang, jangan panik. Gempa yang kecil mungkin tidak berbahaya dan hanya berlangsung beberapa detik. Namun jika goncangan terasa kuat, berikut petunjuk yang dapat dijadikan pedoman:

Jika Sedang Berada Di Dalam Ruangan

Merunduklah, lindungi kepala dan beranjaklah beberapa langkah menuju tempat yang aman. Jangan berlari keluar ruangan karena kemungkinan semua orang akan berlari ke pintu keluar, yang berakibat lari berdesakan dan itu malah membahayakan. Tetap tenang, berlindung di bawah meja yang cukup kuat, jangan berada di bawah lampu, dekat cermin atau benda-benda dari kaca, menjauh dari lemari yang tinggi atau benda-benda yang berpotensi menimpa kita.

Jika disaat gempa bumi kita kebetulan berada di dapur, tetaplah tenang, segera matikan kompor yang menyala, segera berlindung di bawah meja yang cukup kuat.

Pasien yang sedang dirawat, jika memungkinkan berlindung di bawah tempat tidur atau di bawah brankard. Untuk pasien yang tidak bisa mobilisasi, lindungi kepala pasien dengan bantal atau kasur.

Tetap berada di dalam ruangan sampai gempa berhenti dan pastikan jika sudah aman boleh keluar dengan tertib menuju pintu keluar atau tangga darurat, jangan menggunakan lift.

Jika Sedang Berada Di Luar Gedung

Cari titik aman yang jauh dari bangunan, pohon besar, kabel, tiang listrik, jangan berdiri di jembatan atau di bawah jembatan. Rapatkan badan ke tanah. Tetap tenang, jangan menimbulkan kepanikan atau ikut panik.

Jika Sedang Berada Di Dalam Lift

Yang perlu diperhatikan adalah jangan sekali-kali menggunakan lift disaat terjadi gempa bumi. Listrik bisa tiba-tiba padam dan kita terjebak di dalam lift. Namun jika disaat gempa terjadi kita sedang berada di dalam lift, begitu merasakan adanya goncangan, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah cari tempat yang aman, berlindung di bawah meja tunggu sampai gempa berhenti.

 

 

Artikel Lainnya:

  1. Penanggulangan Bencana Rumah Sakit Dari Kebakaran
  2. Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  3. Model Triage Di IGD
  4. Kepuasan Kerja Perawat
  5. Protap Pengambilan Darah Vena

 

 

 

PostHeaderIcon Penanggulangan Bencana Internal Rumah Sakit Dari Bahaya Kebakaran

Penanggulangan Bencana Internal Rumah Sakit Dari Bahaya Kebakaran. Kemungkinan bencana yang terjadi di rumah sakit dapat berupa: kebakaran, gempa bumi, ancaman bom, kecelakaan akibat zat berbahaya, kejadian luar biasa penyakit. Penanganan untuk masing-masing bencana adalah sebagai berikut:

Penanganan Bahaya Kebakaran

Jika terjadi kebakaran kemungkinan jenis korban yang terjadi berupa: luka bakar, sesak nafas, trauma, histeria, meninggal dunia.

Langkah-langkah yang dilakukan jika terjadi kebakaran adalah:

1. Pindahkan korban, peralatan medis, serta dokumen penting ke tempat yang aman, misalnya diarahkan ke area berkumpul.

2. Hubungi petugas satpam atau operator untuk menghubungi petugas kebakaran. Hal yang perlu disampaikan bahwa telah terjadi kebakaran, lokasi kebakaran, dan sebutkan nama pelapor dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

3. Segera mengambil APAR untuk memadamkan api, namun jika api sudah terlampau besar, jangan mengambil resiko.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Terjadi Kebakaran :

1. Kejadian kebakaran harus segera dilaporkan.

2. Bila Anda berada di bangunan bertingkat, evakuasi dilakukan melalui tangga, jangan sekali-kali menggunakan lift karena disaat terjadi kebakaran kemungkinan akan terjadi pemutusan arus listrik, sehingga kemungkinan Anda bisa terjebak di lift.

3. Segera matikan arus listrik, dan gunakan lampu emergensi sebagai penerangan.

4. Untuk mencegah korsleting, matikan peralatan yang menggunakan listrik, seperti monitor, mesin anastesi, suction dan peralatan elektronik lainnya.

5. Tetap tenang dan jangan panik.

6. Tetap menunduk, karena asap akan mengepul di plafon ruangan, sedangkan tempat yang lebih rendah memiliki udara yang lebih bersih.

Hal yang Perlu Diketahui Agar Proses Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dapat Berjalan Dengan Baik:

1. Ketahui tempat menaruh APAR, dan cara menggunakannya.

2. Nomor ekstension satpam, operator dan nomor telepon dinas kebakaran terdekat.

3. Area berkumpul, jalur evakuasi dan pintu-pintu darurat.

4. Di setiap unit dan tiap shift jaga, ada orang yang bisa mengambil keputusan (kepala ruangan / ketua tim) dan tahu prosedur penanggulangan jika musibah kebakaran terjadi.

 

 

Artikel Lainnya:

  1. Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  2. Model Triage di Unit Gawat Darurat
  3. Proposal Pelaksanaan Ronde Keperawatan
  4. Kepuasan Kerja Perawat
  5. Protap Pemasangan Infus

 

 

PostHeaderIcon Respon Obat Yang Tidak Diinginkan

Respon obat yang tidak diinginkan. Dalam dua puluh tahun terakhir, banyak sekali produk obat yang diproduksi pabrik obat, dan beredar ke masyarakat, banyak diantara obat tersebut dibuat secara sintetik. Wajar jika seseorang yang berkecimpung di bidang farmasi tidak mengikuti seluruh perkembangan obat yang terjadi.

Bahwa 1-3 % dari pasien yang opname di rumah sakit mengalami keluhan yang diakibatkan oleh reaksi obat (tidak termasuk kecanduan obat, overdosis). 10 % diantaranya mengalami insiden efek samping ringan hingga berat.

Dokter yang merawat pasien, menulis resep dan apoteker yang memberikan obat yang diresepkan, mengemban tanggung jawab pertama terhadap terapi yang diberikan. Tanggung jawab berikutnya ada di bidang keperawatan, yang memberikan langsung obat kepada pasien sesuai dengan dilegasi dari dokter.

Respon Obat Yang Tidak Diinginkan

Semua tim kesehatan yang terlibat dalam pemberian asuhan kepada pasien, harus selalu mempertimbangkan kemungkinan efek samping dari obat yang dapat timbul tanpa diduga sebelumnya. Skrining yang tepat dari saat pasien baru pertama kali masuk ke pelayanan kesehatan sangat diperlukan apakah pasien memiliki riwayat alergi obat atau tidak. Respon obat yang tidak diinginkan adalah:

1.      Alergi obat

Alergi obat adalah respon abnormal seseorang terhadap bahan obat atau metabolitnya akibat dari reaksi imunologi yang terjadi selama atau setelah pemakaian obat.

2.      Hipersensitivitas

Hipersensitivitas sering disebut reaksi hipersensitivitas adalah reaksi berlebihan, atau tidak diinginkan karena respon imun  terlalu sensitif yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. akibat reaksi ini bisa merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal bagi tubuh.

3.      Toleransi

Toleransi obat adalah kondisi yang ditandai oleh penurunan efek obat pada pemberian berulang. Dalam beberapa kasus, toleransi obat menyebabkan kebutuhan untuk meningkatkan dosis obat agar mencapai efek yang sama.

4.      Idiosinkrasi

Idiosinkrasi adalah reaksi obat yang timbul namun tidak berhubungan dengan sifat farmakologi obat.

5.      Ketergantungan

Ketergantungan obat atau juga disebut kecanduan obat adalah situasi di mana penggunaan obat telah mengubah perilaku dan metode pengguna, menciptakan kebutuhan untuk terus menggunakan atau mendapatkan dosis lebih banyak.

6.      Interaksi obat

Interaksi obat adalah situasi di mana suatu zat mempengaruhi aktivitas obat, yaitu meningkatkan atau menurunkan efeknya, atau menghasilkan efek baru yang tidak diinginkan atau direncanakan. Interaksi dapat terjadi antar obat atau antara obat dengan makanan serta obat-obatan herbal.

7.      Akumulasi

Akumulasi obat adalah peningkatan kadar terapeutik obat di dalam tubuh, akibat pemberian obat dengan interval lebih pendek dari dosis seharusnya.

8.      Sinergisme

Sinergisme obat adalah interaksi di mana efek dua obat yang bekerja pada tempat yang sama saling memperkuat.

9.      Antagonisme

Antagonisme obat adalah keadaan dimana efek dua obat pada tempat yang sama saling berlawanan atau menetralkan.

 

 

Artikel Lainnya:

  1. Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  2. Protap Pemeriksaan Vital untuk Perawat
  3. Model Triage di Unit Gawat Darurat
  4. Analisis Toksikologi Sampel Darah dan Urine
  5. Kepuasan Kerja Perawat

 

 

 

Download ASKEP

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak

Copyright © 2008 - 2015 NursingBegin.com.