PostHeaderIcon Pentingnya Kesadaran Fisik Mental Dan Spiritual Dalam Menjaga Kesehatan


Setiap penyakit ada obatnya, tetapi sebenarnya tidak ada obat yang menyembuhkan penyakit. Mungkin Anda bingung membaca pernyataan tadi. Hati-hati mengartikan maksudnya. Pernahkan Anda mendengar seorang pasien yang berobat ke dokter yang berbeda, diberikan obat yang sama tetapi memiliki efek yang jauh berbeda. Apa yang mempengaruhinya ? Apakah dokter yang dikunjungi banyak pasien berarti hebat dalam menyembuhkan pasien ? Apakah dia memiliki kecerdasan akademis atau ilmu yang lebih hebat dalam penyembuhan ? Mungkin ya, tetapi mungkin juga tidak.
Ada sebuah penelitian yang meneliti efek placebo dari pengobatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sugesti atau keyakinan dari pasien terhadap obat yang diminumnya memberi pengaruh 68% terhadap efek therapy. Artinya jika pasien mendapat obat yang sama dari dokter yang berbeda jika pasien meyakini bahwa obat itu bagus maka tingkat kesembuhannya 68% lebih baik dibandingkan jika dia ragu dengan dokter atau obat yang diberikan.

Keyakinan Dalam Penyembuhan

Pengaruh keyakinan banyak digunakan oleh penyembuhan aliran otak kanan yang sekarang banyak marak dikalangan masyarakat. Orang diberikan berbagai metoda pengobatan untuk membuat pasien menjadi yakin bahwa dia pasti bisa sembuh. Tentu saja ini sangat powerfull untuk membantu kesembuhan pasien. Bahkan tak jarang obat yang belum tentu memiliki efek therapy karena belum diteliti menjadi obat yang menyembuhkan. Namun masyarakat juga harus memilah dengan akal sehat sehingga pada akhirnya tidak merugikan dirinya.
Ada perbedaan penyembuhan otak kiri (logika) dengan penyembuhan otak kanan (keyakinan). Di level logika maka harus jelas sebab dan akibatnya dan dapat ditangkap oleh pikiran (logika). Setiap penyakit harus jelas bagaimana proses terjadinya, apa penyebabnya, bagaimana modalitas therapynya dan bagaimana cara kerja obatnya. Sedangkan penyembuhan otak kanan tak jarang tidak masuk logika pikiran kita dan memang pikiran sadar kita tidak mampu melogikannya (tidak masuk akal) sehingga hanya membutuhkan keyakinan untuk menyembuhkan.
Semestinya keduanya dapat digunakan berbarengan. Keyakinan seorang dokter dalam mengobati pasiennya akan muncul saat dia memiliki pengetahuan yang cukup berdasarkan teori dan keilmuan secara ilmiah. Selanjutnya keyakinan ini akan meningkat seiring pengalamannya dalam membantu kesembuhan pasien-pasiennya. Saat obat yang dia pakai ternyata membantu kesembuhan pasien, maka selanjutnya dia akan semakin yakin untuk menggunakan obat tersebut untuk kasus yang sama. Efek therapypun akan semakin kuat karena sang dokter memiliki keyakinan yang kuat. Begitu pula sebaliknya pasien yang merasa tersembuhkan oleh obat yang diberikan dokter akan merasa yakin dengan obat dan dokternya.

Energy Atas dan Energy Bawah

Bagaimana vibrasi kesembuhan itu muncul dari dalam ? Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa vibrasi / energy atas memiliki efek kesembuhan yang lebih kuat dibandingkan energy bawah. Artinya dengan obat yang sama jika pasien dan dokter memiliki energy atas maka kesembuhan akan menjadi lebih mungkin dibandingkan jika pasien atau dokter memiliki energy bawah.
Mari kita pelajari sedikit apa itu energy atas dan energy bawah. Energy adalah kesatuan antara pikiran dan atau memori dengan emosinya. Energy ini tidak cukup mampu dilogikakan namun dapat dirasakan. Contoh energy bawah misalnya takut, cemas, marah, benci, dendam, sedih, putus asa, merasa bersalah, merasa tidak berharga, depresi, nafsu, serakah dan sombong. Contoh energy atas misalnya percaya, yakin, menerima, memaafkan, ikhlas, bersyukur, mencintai, bahagia dan kasih saying. Energy ini adalah bagian dari tubuh mental kita. Badan mental ada empat yaitu pikiran, memori, perasaan dan kesadaran (energy). Ujung atas dari tubuh mental adalah penyadaran spiritual dan ujung bawahnya adalah badan fisik.
Ketiga bentuk badan diatas (fisik, mental, spiritual) adalah satu kesatuan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Saat badan fisik kita mengalami stress karena sakit atau kelelahan, maka sangat mudah kita mengalami energy bawah seperti mudah marah, sensitif, mudah cemas yang membuat pikiran kita negative dan tak jarang membangkitkan memori negative masa lalu sehingga bisa muncul kesedihan atau rasa bersalah. Begitu pula saat badan mental kita berada pada energy bawah karena stress memikirkan beban pekerjaan atau cemas membayangkan sesuatu yang akan terjadi maka stress mental ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Saat energy bawah bergetar di dalam diri maka tubuh fisik tidak pernah benar-benar mengalami istirahat sempurna. Ini yang menyebabkan tubuh fisik mengalami penuaan lebih cepat.

Energy Bawah

Saat mental bergetar pada energy bawah pada perioda tertentu, pada awalnya fisik mengalami psikosomatis dimana terdapat keluhan fisik namun belum terjadi kelainan secara fisik. Pada fase ini pasien merasakan sakit dibagian tubuhnya namun segala jenis pemeriksaan medis tidak menunjukkan kelainan sehingga pasien akan mencari pengobatan non medis untuk mengatasi penyakitnya. Jika pasien mengalami perbaikan maka energinya berhasil dinaikkan menjadi tenang namun dapat tercetus lagi jika akar masalahnya belum dihilangkan. Jika tidak mengalami perbaikan maka energy semakin memburuk, dan berbagai masalah medis secara fisik mulai bermunculan. Resiko mengalami penyakit akibat stress seperti hipertensi, kencing manis, stroke, serangan jantung dan komplikasi lain meningkat. Bahkan jika pasien mengalami kecemasan karena penyakitnya proses penyembuhan juga semakin sulit.

Energy Atas

Bagaimana dengan energy atas ? Saat mental kita berada di energy atas maka mental kita terasa tenang. Di tingkat ini tubuh fisik sangat mudah mengalami istirahat sempurna. System kekebalan tubuh menjadi kuat, berbagai hormone dan enzim yang memudahkan proses penyembuhan menjadi lebih banyak diproduksi tubuh. Saat kita bahagia, melayani dengan ikhlas, mencintai, melepaskan dendam kita dengan memaafkan, menerima diri apa adanya, ikhlas dan bersyukur apa adanya maka tubuh akan terasa lebih ringan. Kurve perjalanan penyakit mulai mengalami titik balik penyembuhan saat mental kita menerima diri apa adanya, kemudian meningkat kearah kesembuhan saat mampu mengalami energy syukur (bukan pikiran syukur). Kesembuhan sempurna terjadi saat mental kita mampu mencintai, sebuah kesadaran dimana kita mampu melihat kebaikan kita dan lingkungan sekitar dalam keadaan apapun. Dan pencerahan spiritual akan terjadi saat rasa bahagia muncul di dalam di balut oleh rasa tulus berbagi dengan sesama dipenuhi rasa kasih sayang.
Tidak mudah menceritakan vibrasi / energy (kesadaran) karena apa yang tersampaikan melalui tulisan hanya mampu ditangkap oleh pikiran belum tentu kesadaran pembaca dapat menangkapnya. Ibarat menceritakan rasa durian kepada orang yang belum pernah memakan durian. Saya bilang manis maka pikiran akan langsung membayangkan gula, saya bilang lembut maka pikiran akan membayangkan mentega. Tetapi rasa durian tidak sama dengan rasa gula dan mentega. Yang paling gampang adalah makan saja langsung duriannya.

Merasakan Kesadaran

Lalu bagaimana caranya merasakan kesadaran itu ? Bagaimana seupaya tubuh kita lebih banyak bergetar di energy atas ? Karena ketiga badan kita adalah satu kesatuan yang saling mempengaruhi, maka buatlah ketiga badan kita juga dalam keadaan sehat selalu.
Kesehatan badan fisik tentu tetap harus dijaga. Makanan yang baik dan cukup, gerak yang cukup, dan istirahat yang cukup adalah upaya yang harus dipertahankan. Ketiga hal ini harus dijaga setiap saat. Tubuh yang fit akan memudahkan badan mental kita berada diatas.
Badan mental dikelola supaya setiap pekerjaan dan situasi lingkungan menjadi menyenangkan. Dari keempat badan mental yang kita miliki, coba ajarkan pikiran kita berada di sini disaat ini. Jika memori kita di masa lalu tidak membiarkan kita melepas dari rasa bersalah maka jangan coba mengabaikannya cobalah maafkan diri anda. Jika kehilangan dimasa lalu membuat anda merasa sedih dan putus asa maka cobalah mengikhlaskannya. Jika seseorang membuat anda merasa marah dan anda masih membencinya maka cobalah memaafkannya. Jika masa depan membuat anda cemas maka nikmatilah masa kini anda. Jika anda merasa diri anda tidak sebaik orang lain, maka syukurilah apa yang anda miliki saat ini. Jika apa yang anda miliki hari ini belum cukup membuat anda merasa bahagia maka sebanyak apapun yang akan anda capai nanti tidak akan pernah membuat anda bahagia, maka berbahagialah saat ini juga. Jika penyakit anda saat ini belum ada obatnya, percayalah bahwa obat itu ada dalam diri anda.
Apa semudah itu melakukannya ? tentu tidak. Karena anda belum makan duriannya. Berbagai teknik dan metoda bisa anda coba. Apapun metodenya tujuan utamanya adalah memasuki kesadaran lalu mengubahnya. Sadari apa kesadaran anda saat ini lalu perbaiki. Jika ternyata anda cemas dengan penyakit anda maka ubahlah kecemasan anda menjadi energy/kesadaran yang lebih baik. Carilah sugesti yang bisa mengubah kecemasan anda menjadi sebuah keyakinan yang berujung pada kebahagiaan. Ini bisa dilakukan dengan cara datang kepada orang yang anda yakini atau anda percaya, berkata kepada diri sendiri sesuatu yang baik berulang-ulang, berbicara kepada orang yang sudah pernah mengalami kejadian atau penyakit yang sama dan sembuh. Inilah durian yang perlu dicicipi jika anda benar-benar ingin tahu bagaimana kesadaran anda dan bagaimana cara mengubahnya. Selamat mencoba.


Leave a Reply

*

Download ASKEP

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2016 NursingBegin.com.