PostHeaderIcon Peran Triage


Peran Triage. Pengambilan keputusan Triage adalah proses yang dinamis. Keputusan dibuat dalam lingkungan yang sensitif terhadap waktu, dengan informasi yang terbatas, untuk pasien yang pada umumnya tidak memiliki diagnosa medis. Karena peran triage sangat penting, perawat harus memiliki pengetahuan khusus serta pengalaman dengan berbagai penanganan penyakit dan cedera. Keputusan Triage dapat dibagi menjadi primer dan skunder sesuai dengan tujuan sistem triage.Memahami jenis keputusan tersebut sangat membantu dalam menjelaskan peran dan tanggungjawab perawat Triage dalam praktek di lapangan.

‘Keputusan triage primer’ berhubungan dengan pembentukan sebuah keluhan utama dan alokasi tingkat urgensi. Ketika kode triage dipilih ada tiga hasil yang mungkin terjadi:

• ‘Under-triage’ dimana pasien menerima kode triage yang lebih rendah dari tingkat mereka yang sebenarnya (sebagaimana ditentukan oleh indikator klinis dan fisiologis). Keputusan ini memiliki potensi untuk menghasilkan waktu tunggu yang berkepanjangan terhadap intervensi medis dan risiko hasil yang buruk.

• Kode triage benar (atau diharapkan) sesuai keputusan triage (‘Correct or expected) triage decision’ dimana pasien menerima kode triage yang sesuai dengan tingkat urgensi pasien (sebagaimana ditentukan oleh indikator klinis dan fisiologis). Keputusan ini mengoptimalkan waktu untuk intervensi medis pasien dan mengurangi risiko hasil yang merugikan.

• Over triage, dimana pasien menerima kode triage yang lebih tinggi dari tingkat urgensi sebenarnya mereka. Keputusan ini memiliki potensi untuk menghasilkan waktu tunggu yang singkat untuk memperoleh intervensi medis, akan tetapi, akan berdampak buruk bagi pasien lain yang menunggu di IGD karena mereka harus menunggu lebih lama.

 

Perawat Triage membuat keputusan tingkat urgensi menggunakan informasi klinis dan riwayat penyakit untuk menghindari overtriage atau under triage. Keputusan triage skunder memperhatikan percepatan perawatan darurat dan disposisi yang tepat. Perawat triage menerapkan kebijakan lokal dan prosedur untuk mempercepat perawatan untuk semua pasien dimana diperlukan.

Semua pasien di ruang tunggu harus diperiksa ulang oleh perawat triage jika waktu triage lebih lama. Penilaian yang kedua ini harus selalu didokumentasikan dalam catatan pasien.

Kemampuan dari setiap sistem triage untuk mencapai tujuannya didasarkan pada asumsi bahwa pengambilan keputusan konsisten dari waktu ke waktu dan antara klinis yang menggunakan skala. Keberhasilan pelaksanaan program ini sebagai bentuk komitmen nasional yang sudah berjalan lama antara organisasi keperawatan, kedokteran dan pemerintah untuk mencapai konsistensi penggunaan ATS dengan pendekatan yang koheren dengan mempersiapkan klinisi dalam penerapannya.

 

Artikel Lainnya:

  1. Komunikasi Dalam Triage
  2. Model Triage di Unit Gawat Darurat
  3. Proposal Pelaksanaan Ronde Keperawatan
  4. Biomekanika Trauma Tabrakan Mobil
  5. Askep Fraktur Femur

 

 


Leave a Reply

*

Download ASKEP

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.