PostHeaderIcon Pola Hidup Sehat Untuk Menjaga Kesehatan Jantung


Dalam dua dekade terakhir rata-rata laki-laki yang terserang penyakit jantung koroner mengalami pergeseran ke usia lebih muda yaitu 45 tahun ke bawah, dibandingkan rata-rata usia sebelumnya yaitu 45 tahun ke atas untuk laki-laki dan 50 tahun ke atas untuk perempuan. Kini penyakit jantung koroner (PJK) menjadi pembunuh nomor satu dunia terutama di negara dengan kehidupan perekonomian yang maju, misalnya negara Amerika Serikat.

Menurut data di RS Jantung Harapan Kita (1999) penderita yang berobat karena penyakit jantung koroner naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya.

Terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Jantung merupakan organ yang vital bagi tubuh, yang berfungsi sebagai pompa darah agar darah dapat mengalir ke seluruh tubuh. Organ ini sebesar genggaman tangan kiri pemiliknya, terdiri dari otot yang bekerja secara otomatis.  Dalam 24 jam jantung mampu berdenyut sebanyak 100800 kali atau sekitar 70 kali per menit yang memompa darah sebanyak 7000  liter per hari keseluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Jika pola makan kita berlebihan apalagi makanan banyak mengandung kolesterol, maka akan terjadi arterosklerosis yaitu proses terjadinya endapan lemak di dinding pembuluh darah jantung, sehingga lama-kelamaan pembuluh darah jantung kian menyempit bahkan tersumbat. Akibat sumbatan ini menyebabkan tidak adanya pasokan darah dan oksigen ke otot jantung. Peristiwa inilah yang mengakibatkan nyeri dada yang dirasakan oleh penderita penyakit jantung koroner.

Gejala Penyakit Jantung Koroner (PJK)

  • Rasa nyeri di dada, seperti tertekan benda berat, terasa diremas-remas, kadang dada terasa panas (angina pectoris) bahkan sampai sesak nafas.
  • Rasa nyeri seringkali dirasakan tidak hanya di dada saja, bahkan dapat menjalar sampai ke leher, rahang bawah, bahu, ulu hati, lengan atas.
  • Nyeri dada biasanya dirasakan setelah melakukan kegiatan seperti olah raga, menaiki tangga, dan nyeri akan berkurang jika penderita istirahat.
  • Jika penyumbatan pembuluh darah koroner sudah berat atau lebih banyak, maka rasa nyeri dapat dirasakan saat istirahat.
  • Selain nyeri, penderita biasanya juga mengeluh kepala melayang atau sempoyongan, keluar keringat dingin, sesak nafas, mual muntah seperti masuk angin atau seperti sakit maag, dan pada kasus yang berat dapat menyebabkan penderita jatuh pingsan.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki karena tidak lancarnya aliran pembuluh darah.

Jika aliran darah jantung tersumbat maka otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen, menyebabkan terjadinya kematian otot jantung (infark miokard). Semakin luas infarknya maka jantung tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai pompa darah. Maka terjadilah suatu kondisi yang disebut gagal jantung.

Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Usia dan jenis kelamin. Usia 45 tahun ke atas, terutama pria.

Pola makan. Makan makanan yang banyak mengandung kolesterol, seperti makanan siap saji (fast food) yang banyak mengandung lemak jenuh dan kurang serat.

Merokok. Asap rokok mengandung nikotin yang dapat merangsang dibentuknya hormon adrenalin dalam tubuh. Hormon ini mengganggu metabolisme lemak sehingga meningkatkan kekentalan darah.

Kurang beraktifitas / olah raga. Kurangnya aktivitas fisik menimbulkan penimbunan kalori dalam tubuh. Pembakaran 2000 kalori tubuh dalam seminggu dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner dan memperpanjang harapan hidup dua tahun lebih panjang (dr. Ralph Paffenbarger, Stamford Medical School, AS). Dalam seminggu kita dapat melakukan joging sejauh 32km, atau jalan pagi ditambah bersepeda, berenang, atau berkebun.

Kegemukan (obesitas). Berat badan berlebihan dapat menyebabkan kian beratnya beban jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, dan timbunan lemak termasuk di dinding pembuluh darah jantung, mengganggu efisiensi denyut jantung.

Tekanan darah tinggi (hipertensi). Arterosklerosis menyebabkan menyempitnya diameter pembuluh darah, sehingga memaksa jantung bekerja lebih berat dalam mengalirkan darah, tekanan darah menjadi meningkat.

Kencing manis (diabetes). Pada penderita diabetes memiliki resiko dua kali lebih mudah terserang penyakit jantung koroner, karena lebih mudah mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner.

Faktor psikologis / stress. Dalam kondisi stress, merangsang terbentuknya adrenalin, yang memacu peningkatan kerja jantung.

Pemeriksaan Yang Perlu Dilakukan

Ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui kesehatan jantung, apabila kita memiliki beberapa faktor resiko seperti di atas, yaitu:

Tes EKG (elektro kardio grafi). Dalam tes ini, kita akan dipasangkan alat di dada, kemudian akan dilakukan perekaman aktifitas listrik jantung. Dalam tes ini dapat ditentukan kelainan atau masalah dalam jantung. Lama tes EKG hanya beberapa detik saja, kita hanya perlu berbaring rileks, dan tidak terasa apa-apa.

Treadmill. Dalam tes ini, kita disuruh berlari diatas papas yang berjalan, sambil terpasang alat pada dada. Tes berlangsung selama beberapa menit, sambil dimonitor denyut jantung selama berlari. Jika suatu saat dada terasa sesak, nyeri atau capek langsung dihentikan.

Pemeriksaan darah. Terutama kadar kolesterol (LDL, HDL), kadar triglisirida. Kadar kolesterol total jangan melebihi dari 200 mg/dl. Kadar LDL ( kolesterol jahat) tidak boleh diatas 150 mg/dl. Kadar HDL (kolesterol baik) sebaiknya diatas 35 mg/dl. Kadar kolesterol total dibagi HDL hasilnya tidak boleh lebih dari 4,5. Kadar trigliserida tidak boleh lebih dari 200 mg/dl.

Kateterisasi (arteriografi). Tes ini dengan memasukkan kateter kecil berdiameter 2 mm menuju jantung melalui pembuluh darah di paha atau lengan. Tujuan pemeriksaan ini adalah mengetahui adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung, fungsi katup jantung maupun gangguan otot jantung. Tes ini berlangsung kurang lebih 30 menit.

Ekokardiografi. Pemeriksaan ini mirip dengan pemeriksaan USG pada ibu hamil. Dimana pemeriksaan menggunakan pantulan gelombang suara frekuensi tinggi. Akan tampak pola gerakan jantung, gerakan masing-masing katup jantung, ukuran rongga jantung, ketebalan dinding, dan sebagainya.

Pola Hidup Sehat Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Pola hidup yang salah merupakan penyebab berbagai penyakit dalam tubuh. Maka dari itu, mulai sekarang, mulai hari ini, mari kita membiasakan diri mengikuti gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung kita. Tindakan kita sekarang menentukan kesehatan kita esok.

  • Diet yang benar. Hindari makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi, seperti daging yang berlemak, jeroan, kuning telur, kulit ayam, gorengan. Kurangi pemberian garam dalam makanan sehari-hari. Kurangi minum kopi dan minuman beralkohol. Hindari ngemil sebelum tidur. Perbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Tidak boleh merokok, karena selain beresiko terkena kanker, merokok meningkatkan resiko 6,9 kali terkena penyakit jantung koroner dibandingkan yang tidak merokok.
  • Menjaga berat badan agar tidak berlebihan.
  • Olah raga secara teratur. Misalnya jalan kaki, jogging, renang tiga kali seminggu.
  • Periksa tekanan darah, kadar kolesterol, kadar gula darah secara teratur.
  • Hindari stress dengan hidup santai dan penuh syukur kepada Tuhan.
  • Biasakan mengikuti pola hidup seimbang, antara kerja, istirahat dan makan.

 

Artikel Lainnya:

  1. Makan Buah Untuk Menjaga Kesehatan
  2. Tips Sehat Bagi Penderita Kencing Manis
  3. Tips Sehat Memutihkan Kulit
  4. Penatalaksanaan Syok Neurogenik
  5. Tips Mengatasi Dehidrasi

 

 

 


Leave a Reply

*

Download ASKEP

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.