PostHeaderIcon Proposal Terapi Aktifitas Kelompok


                                                                                    PROPOSAL

                                                TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK : SOSIALISASI

                                                                               ISOLASI SOSIAL

 

 

                                                                                           BAB I

                                                                                 PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu adanya kontak sosial, dan adanya komunikasi (Soerjono Sukanto, 2005).

Manusia adalah makhluk sosial sekaligus makhluk individual, sebagai makhluk sosial, manusia memiliki motif untuk mengadakan hubungan dan hidup bersama dengan orang lain, yang disebut dorongan sosial. Manusia sebagai makhluk individual memiliki motif untuk mengadakan hubungan dengan dirinya sendiri, bukan saja dengan individu lain, tetapi juga dengan lingkungan tempat ia berada.

Dalam hidup bersama itu terjadi hubungan antar manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan untuk mencapai keinginan itu perlu diwujudkan dalam bentuk tindakan melalui hubungan timbal balik. Hubungan ini yang disebut interaksi sosial. Suatu tindakan disebut interaksi sosial apabila individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi dari individu lain. Interaksi sosial merupakan hubungan  yang tertata dalam bentuk tindakan-tindakan yang berdasarkan nilai-nilai atau norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bila hubungan berdasarkan nilai atau norma, interaksi sosial tersebut akan berjalan lancar dan sebaliknya.

 

  1. Tujuan Umum

Klien dapat meningkatkan hubungan sosial  dalam kelompok secara bertahap.

  1. Tujuan Khusus

– Klien mampu memperkenalkan diri.

– Klien mampu berkenalan dengan anggota keluarga kelompok.

– Klien mampu bercakap – cakap dengan anggota kelompok.

– Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan.

– Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada orang lain.

– Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosial kelompok.

– Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan terapi aktivitas kelompok

 

  1. Proses Seleksi
  2. Berdasarkan observasi perilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh perawat.
  3. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai perilaku klien sehari-hari serta kemungkinan dilakukan kelompok pada klien tersebut dengan perawat ruangan.
  4. Melakukan kontak mata pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan lakukan.


 

                                                                             BAB II

                                             TAK SOSIALISASI : ISOLASI SOSIAL

 

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) : Isolasi Sosial adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan dengan masalah hubungan sosial.

 

  1. Definisi TAK (Terapi Aktivitas Kelompok)

Terapi aktivitas kelompok (TAK) adalah terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaptive.

 

  1. Jenis – Jenis TAK

Terapi Aktifitas Kelompok berdasarkan masalah keperawatan jiwa yang paling banyak ditemukan dikelompok sebagai berikut:

  1. TAK sosialisasi (untuk klien dengan menarik diri yang sudah sampai padatahap mampu berinteraksi dalam kelompok kecil dan sehat secara fisik).
  2. TAK stimulasi sensori (untuk klien yang mengalami gangguan sensori).
  3. TAK orientasi realita (untuk klien halusinasi yang telah mengontrol halusinasinya, klien waham yang telah dapat berorientasi kepada realita dan sehat secara fisik).
  4. TAK stimulasi persepsi : halusinasi (untuk klien dengan halusinasi).
  5. TAK peningkatan harga diri (untuk klien dengan HDR).
  6. TAK penyaluran energy (untuk klien perilaku kekerasan yang telah dapat mengekspresikan marahnya secara konstruktif, klien menarik diri yang dapat berhubungan dengan orang lain secara bertahap dan sehat secara fisik).

Persiapan Lingkungan

  1. Ventilasi baik.
  2. Penerangan cukup.
  3. Suasana tenang.
  4. Pengaturan posisi tempat duduk (setting).

 

Aktifitas dan Indikasi

Aktivitas TAK dilakukan 2 sesi yang melatih kemampuan sosialisasi klien. Klien yang mempunyai indikasi TAK adalah klien dengan gangguan hubungan sosial berikut:

  1. Klien harga diri rendah yang cukup kooperatif.
  2. Klien yang yang sulit mengungkapkan perasaannya melalui komunikasi verbal.
  3. Klien dengan gangguan harga diri rendah yang telah dapat berinteraksi dengan orang lain.
  4. Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak sedang mengidap penyakit fisik tertentu seperti diare, thypoid, dan lain-lain).

 

Setting

    1. Klien duduk setengah lingkaran dan terapis duduk bersama pada bagian setengah lingkaran lainnya, dan fasilitator duduk di antara kliesn.
    2. Ruangan yang nyaman dan tenang.

Peran dan Fungsi Terapis

      • Leader

Tugas:

      1. Memimpin jalannya terapi aktifitas kelompok.
      2. Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
      3. Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
      4. Menyampaikan Tata tertib TAK.
      5. Memimpin diskusi kelompok.
      6. Menutup acara diskusi.
      • Co Leader

Tugas:

      1. Membuka acara.
      2. Mendampingi leader.
      3. Mengambil alih posisi Leader jika Leader blocking.
      4. Menyerahkan kembali posisi kepada leader.
      • Fasilitator

Tugas:

      1. Ikut serta dalam kegiatan kelompok.
      2. Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif mengikuti jalannya terapi.
      • Observer

Tugas:

      1. Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang tersedia).
      2. Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga penutupan.
      • Operator

Tugas:

      1. Mengatur alur permainan (Menghidupkan dan mematikan musik).
      2. Timer (Mengatur waktu).

 

 

Metode TAK

      1. Dinamika kelompok.
      2. Diskusi dan tanya jawab.
      3. Bermain peran atau stimulasi.

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Terapi Aktifitas Kelompok ini dilaksanakan pada:

Hari dan Tanggal      :    Sabtu, 5 Agustus 2017

Waktu                       :    Pukul 11.00 WITA s.d selesai

Tempat                     :    Ruang Bisma, RSJ Bangli

 

      1. Nama Klien dan Ruangan
  1. Tn.     7. Tn        13. Tn
  2. Tn.     8. Tn
  3. Tn.     9. Tn
  4. Tn.    10. Tn
  5. Tn.    11. Tn
  6. Tn.    12. Tn

Klien yang mengikuti kegiatan berjumlah 13 (tigabelas) orang, sedangkan sisanya sebagai cadangan jika klien yang ditunjuk berhalangan. Adapun nama-nama klien yang akan mengikuti TAK yaitu:

Media dan Alat

      1. Botol
      2. MP3
      3. Speaker

Susunan Pelaksanaan

Susunan TAK sebagai berikut:

      1. Leader :
      2. Leader 1 :
      3. Leader 2 :
      4. Fasilitator 1 :
      5. Fasilitator 2 :
      6. Fasilitator 3 :
      7. Fasilitator 4 :
      8. Fasilitator 5 :
      9. Observer :
      10. Operator :
      • Langkah Kegiatan
      1. Persiapan
      2. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial: menarik diri.
      3. Membuat kontrak dengan klien.
      4. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
      5. Orientasi, pada tahap ini terapis melakukan:
      6. Memberikan salam terapeutik: salam dari terapis.
      7. Evaluasi / validasi: menanyakan perasaan klien saat ini.
      • Kontrak:

Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu memperkenalkan diri. Menjelaskan aturan main sebagai berikut:

      • Pasien wajib datang 10 menit sebelum acara dimulai.
      • Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada terapis.
      • Tidak boleh makan,minum atau merokok saat
      • Jika ada yang membuat gaduh akan dikeluarkan dari TAK.
      • Setiap pasien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
      • Jika ingin bicara acungkan tangan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh leader.
      • Jika peserta ingin ketoilet beri kesempatan sebelum acara dimulai.

Tahap Kerja

      1. Jelaskan kegiatan yaitu musik pada Laptop akan di hidupkan, serta Botol diedarkan berlawanan arah jarum jam. Dan pada saat Musik di matikan, maka anggota kelompok yang memegang botol memperkenalkan diri.
      2. Hidupkan musik pada laptop dan edarkan botol berlawanan jarum jam.
      3. Pada saat musik di hentikan, anggota kelompok yang memegang botol mendapat giliran untuk menyebutkan: salam, nama lengkap, nama panggilan, hobi, dan asal di mulai dari terapis sebagai contoh.
      4. Tulis nama panggilan pada kertas atau papan nama dan tempel atau pakai.
      5. Ulangi sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
      6. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.

Tahap Terminasi

      1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
      2. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
      3. Rencana tindak lanjut.
      4. Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan diri kepada orang lain di kehidupan sehari-hari.
      5. Masukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian klien.
      6. Kontrak yang akan datang.
      7. Menyepakati kegiatan berikut yaitu berkenalan dengan anggota kelompok.
      8. Menyiapkan waktu dan tempat.

 

Kriteria Evaluasi

Evaluasi Input

      1. Tim berjumlah 6 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co-leader/operator, 4 fasilitator, 1 observer.
      2. Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik.
      3. Peralatan mp3 sound system berfungsi dengan baik.
      4. Tersedia bo
      5. Klien, tidak ada kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria dan karakteristik klien untuk melakukan terapi aktivitas kelompok sosialisasi.

Evaluasi Proses

      1. Leader menjelaskan aturan main dengan jelas.
      2. Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien.
      3. Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk dapat mengawasi jalannya permainan.
      4. 100% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal sampai selesai.

Evaluasi Output

Setelah mengadakan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dengan 13 klien yang diamati, hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut:

      1. 100% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal sampai selesai.
      2. 100% klien dapat meningkatkan komunkasi non verbal: bergerak mengikuti instruksi, ekspresi wajah cerah, berani kontak mata.
      3. 100% klien dapat meningkatkan komunikasi verbal (menyapa klien lain atau perawat, mengungkapkan perasaan dengan perawat).
      4. 100% klien dapat meningkatkan kemampuan akan kegiatan kelompok (mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai).
      5. 100% klien mampu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya (mau berinteraksi dengan perawat / klien lain).

 

 

                                                             DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. 2012. Proposal Keperawatan Jiwa. http://semuaperawat.blogspot diperoleh tanggal 27 Juli 2017.

Herawaty, Netty. 1999. Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta : EGC.

Gail Wiscart & Sandra J. Sundeen. 1995. Buku Saku Keperawatan JiwaEdisi 3. Jakarta : EGC.

Soekanto, Soerjono. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.


Leave a Reply

*

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.