PostHeaderIcon Respon Obat Yang Tidak Diinginkan


Respon obat yang tidak diinginkan. Dalam dua puluh tahun terakhir, banyak sekali produk obat yang diproduksi pabrik obat, dan beredar ke masyarakat, banyak diantara obat tersebut dibuat secara sintetik. Wajar jika seseorang yang berkecimpung di bidang farmasi tidak mengikuti seluruh perkembangan obat yang terjadi.

Bahwa 1-3 % dari pasien yang opname di rumah sakit mengalami keluhan yang diakibatkan oleh reaksi obat (tidak termasuk kecanduan obat, overdosis). 10 % diantaranya mengalami insiden efek samping ringan hingga berat.

Dokter yang merawat pasien, menulis resep dan apoteker yang memberikan obat yang diresepkan, mengemban tanggung jawab pertama terhadap terapi yang diberikan. Tanggung jawab berikutnya ada di bidang keperawatan, yang memberikan langsung obat kepada pasien sesuai dengan dilegasi dari dokter.

Respon Obat Yang Tidak Diinginkan

Semua tim kesehatan yang terlibat dalam pemberian asuhan kepada pasien, harus selalu mempertimbangkan kemungkinan efek samping dari obat yang dapat timbul tanpa diduga sebelumnya. Skrining yang tepat dari saat pasien baru pertama kali masuk ke pelayanan kesehatan sangat diperlukan apakah pasien memiliki riwayat alergi obat atau tidak. Respon obat yang tidak diinginkan adalah:

1.      Alergi obat

Alergi obat adalah respon abnormal seseorang terhadap bahan obat atau metabolitnya akibat dari reaksi imunologi yang terjadi selama atau setelah pemakaian obat.

2.      Hipersensitivitas

Hipersensitivitas sering disebut reaksi hipersensitivitas adalah reaksi berlebihan, atau tidak diinginkan karena respon imun  terlalu sensitif yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. akibat reaksi ini bisa merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal bagi tubuh.

3.      Toleransi

Toleransi obat adalah kondisi yang ditandai oleh penurunan efek obat pada pemberian berulang. Dalam beberapa kasus, toleransi obat menyebabkan kebutuhan untuk meningkatkan dosis obat agar mencapai efek yang sama.

4.      Idiosinkrasi

Idiosinkrasi adalah reaksi obat yang timbul namun tidak berhubungan dengan sifat farmakologi obat.

5.      Ketergantungan

Ketergantungan obat atau juga disebut kecanduan obat adalah situasi di mana penggunaan obat telah mengubah perilaku dan metode pengguna, menciptakan kebutuhan untuk terus menggunakan atau mendapatkan dosis lebih banyak.

6.      Interaksi obat

Interaksi obat adalah situasi di mana suatu zat mempengaruhi aktivitas obat, yaitu meningkatkan atau menurunkan efeknya, atau menghasilkan efek baru yang tidak diinginkan atau direncanakan. Interaksi dapat terjadi antar obat atau antara obat dengan makanan serta obat-obatan herbal.

7.      Akumulasi

Akumulasi obat adalah peningkatan kadar terapeutik obat di dalam tubuh, akibat pemberian obat dengan interval lebih pendek dari dosis seharusnya.

8.      Sinergisme

Sinergisme obat adalah interaksi di mana efek dua obat yang bekerja pada tempat yang sama saling memperkuat.

9.      Antagonisme

Antagonisme obat adalah keadaan dimana efek dua obat pada tempat yang sama saling berlawanan atau menetralkan.

 

 

Artikel Lainnya:

  1. Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  2. Protap Pemeriksaan Vital untuk Perawat
  3. Model Triage di Unit Gawat Darurat
  4. Analisis Toksikologi Sampel Darah dan Urine
  5. Kepuasan Kerja Perawat

 

 

 


Leave a Reply

*

Download ASKEP

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2016 NursingBegin.com.