PostHeaderIcon Satuan Acara Penyuluhan Pijat Oksitosin


SATUAN ACARA PENYULUHAN PIJAT OKSITOSIN

 

Pokok Bahasan         : Pijat Oksitosin

Tanggal                      : Selasa , 11 Sept 2017

Waktu                        : 10.00 – 12.00 WITA

Tempat                      : Ruang Post Persalinan

Sasaran                      : Klien dan Keluarga

 

A.    Latar Belakang

Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bayi pada awal usia kehidupannya. ASI terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman manapun karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat (Elza, 2009)

Proses menyusui idealnya dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada ibunya di 20-30 menit setelah lahir. Itupun jika bayi tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan kepada ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan menyusu dengan baik (Soraya, 2010).

Kenyataan dilapangan menunjukkan produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Menurut Cox (2006) disebutkan bahwa ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari-hari pertama menyusui disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui. Menyusui dini di jam-jam pertama kelahiran jika tidak dapat dilakukan oleh akan menyebabkan proses menyusu tertunda, maka alternatif yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa ASI selama 10-20 menit hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tersebut dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi, salah satu solusi dari ketidaklancaran ASI adalah pijat oksitosin. Dimana pijat okstiosin dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan sehingga sangat berperan dalam produksi ASI (Evariny, 2008).

Di Ruang Post Partum terdapat 10 Pasien Post Partum Normal maupun Post SC. Selain itu, para ibu mengatakan tidak mengetahui cara agar ASInya dapat berproduksi. Berdasarkan latar belakang diatas, kelompok tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin di Ruang Perawatan Post Partum

 

B.     Tujuan

  1. Tujuan Umum

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, peserta dapat mengetahui informasi tentang Pijat Oksitosin

  1. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, diharapkan peserta dapat mengerti:

  1. Pengertian Pijat Oksitosin
  2. Tujuan pijat oksitosin
  3. Manfaat Pijat Oksitosin
  4. Teknik Pijat Oksitosin
  5. Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

C.    Topik

  1. Menjelaskan Pengertian Pijat Oksitosin
  2. Menjelaskan tujuan Pijat oksitosin
  3. Menjelaskan Manfaat Pijat Oksitosin
  4. Menjelaskan Teknik Pijat Oksitosin
  5. Menjelaskan Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

D. Metode

  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. Diskusi

E.     Media

  • Leaflet

leaflet download di ( https://drive.google.com/drive/folders/0B4g0Y7_imh8cMElfYThod1gxRUk )

F. Proses Pelaksanaan

No

Kegiatan Penyuluh

Respon Peserta

Waktu

1 Pendahuluan

*          Memberi salam

*          Memberi pertanyaan apersepsi

*          Mengkomunikasikan pokok bahasan

*          Mengkomunikasikan tujuan

 

*   Menjawab salam

*   Memberi salam

*   Menyimak

*   Menyimak

 

5 mnt

2 Kegiatan Inti

*         Menjelaskan Pengertian Pijat Oksitosin

*         Menjelaskan tujuan pijat oksitosin

*         Menjelaskan Manfaat Pijat Oksitosin

*         Menjelaskan teknik Pijat Oksitosin

*         Menjelaskan Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

*         Memberikan Kesempatan keluarga bertanya

*         Memberikan kesempatan perawat untuk menjawab pertanyaan

 

 

*   Menyimak

 

 

 

 

 

*   Bertanya

*   Memperhatikan

 

 

35 mnt

 

 

3 Penutup

*          Menyimpulkan materi penyuluhan   bersama perawat

*          Memberikan evaluasi secara lisan

*          Memberikan salam penutup

 

*   Memperhatikan

*   Menjawab

 

5 mnt

 

LAMPIRAN MATERI

  • PENGERTIAN

Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima- keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan (Yohmi & Roesli, 2009).

1. TUJUAN

Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau reflex let down.

 2. MANFAAT

Selain untuk merangsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Depkes RI, 2007).

3. PERSIAPAN ALAT

  • Alat-alat

– Kursi

– Meja

– Minyak kelapa

– BH khusus untuk menyusui

– Handuk

  • Persiapan perawat

– Menyiapkan alat dan mendekatkan ke pasien

– Membaca status pasien

– Mencuci tangan

  • Persiapan lingkungan

– Menutup gorden atau pintu

– Pastikan privasi pasien terjaga

4. CARA PIJAT OKSITOSIN

Langkah-langkah melakukan pijat oksitosin sebagai berikut (Depkes RI, 2007) :

  1. Melepaskan baju ibu bagian atas
  2. Ibu miring ke kanan maupun kekiri, lalu memeluk bantal
  3. Memasang handuk
  4. Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil
  5. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan dua kepalan tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan
  6. Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan-gerakan melingkar kecil-kecil dengan kedua ibu jarinya.
  7. Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang kearah bawah, dari leher kearah tulang belikat, selama 2-3 menit
  8. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali
  9. Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara bergantian.
  • WAKTU PELAKSANAAN YANG TEPAT

Waktu yang tepat untuk pijat oksitosin adalah sebelum menyusui atau memerah ASI, lebih disarankan. Atau saat pikiran ibu sedang pusing, badan pegal-pegal. Cukup 3-5 menit saja per sesi (Depkes, 2007).

 

                                                                  DAFTAR PUSTAKA

 

Cox, S. (2006).Breasfeeding with confidence: Panduan untuk Belajar Menyusui dengan Percaya Diri (Gracinia, Penerjemah). Jakarta: Gramedia. DEPKES RI, 2007

 

Elza, Y. (2009). Dukung Ibu untuk Meraih Emas, http://www.promosikesehatan.com/?act=article&id=402, diperoleh tanggal 07 April 2015.

 

Evariny, A. (2008). Agar ASI Lancar di Awal Masa Menyusui, http://www.hypnobirthing.web.id/?, diperoleh tanggal 07 April 2015.

 

Roesli, U & Yahmi, E. (2009). Manajemen Laktasi. Jakarta: IDAI.

 

Soraya, L. L. (2010). Agar ASI Lancar di Masa Menyusui, http://www.mailarchive.com/[email protected], diperoleh tanggal 07 April 2015.


Leave a Reply

*

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak


Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.