Posts Tagged ‘suhu tubuh’

PostHeaderIcon Kompres Hangat

Pengertian Kompres Hangat :

Kompres hangat adalah suatu prosedur menggunakan kain / handuk yang telah di kompres-hangatcelupkan pada air hangat, yang ditempelkan pada bagian tubuh tertentu.

Manfaat Kompres Hangat :

Adapun manfaat kompres hangat adalah dapat memberikan rasa nyaman dan menurunkan suhu tubuh dalam menangani kasus klien yang mengalami pireksia.

Alat dan bahan :

· Larutan kompres berupa air hangat 40 °C dalam wadahnya ( dalam kom )

· Handuk / kain / wash lap untuk kompres

· Handuk pengering

· Sarung tangan

· Termometer

Prosedur :

· Beri tahu klien, dan siapkan alat, klien, dan lingkungan.

· Cuci tangan

· Ukur suhu tubuh

· Basahi kain pengompres dengan air, peras kain sehingga tidak terlalu basah.

· Letakkan kain pada daerah yang akan dikompres ( dahi, ketiak, perut, leher belakang ).

· Tutup kain kompres dengan handuk kering

· Apabila kain telah kering atau suhu kain relative menjadi dingin, masukkan kembali kain kompres ke dalam cairan kompres dan letakkan kembali di daerah kompres, lakukan berulang-ulang hingga efek yang diinginkan dicapai

· Evaluasi hasil dengan mengukur suhu tubuh klien setelah 20 menit

· Setelah selesai, keringkan daerah kompres atau bagian tubuh yang basah dan rapikan alat

· Cuci tangan

Mekanisme Tubuh Terhadap Kompres Hangat dalam Upaya Menurunkan Suhu Tubuh.

Pemberian kompres hangat pada daerah tubuh akan memberikan sinyal ke hipothalamus melalui sumsum tulang belakang. Ketika reseptor yang peka terhadap panas dihipotalamus dirangsang, sistem effektor mengeluarkan sinyal yang memulai berkeringat dan vasodilatasi perifer. Perubahan ukuran pembuluh darah diatur oleh pusat vasomotor pada medulla oblongata dari tangkai otak, dibawah pengaruh hipotalamik bagian anterior sehingga terjadi vasodilatasi. Terjadinya vasodilatasi ini menyebabkan pembuangan/kehilangan energi/panas melalui kulit meningkat ( berkeringat ), diharapkan akan terjadi penurunan suhu tubuh sehingga mencapai keadaan normal kembali.

kompres-hangat

Artikel yang Berhubungan :

PostHeaderIcon Mengukur Suhu Tubuh dengan Termometer Merkuri Kaca

Langkah-langkah :

1. Perkenalkan diri Anda kepada klien, termasuk nama, jabatan atau peran, dan jelaskan mengukur-suhu-tubuh1apa yang akan anda rencanakan.

2. Pastikan identitas klien.

3. Jelaskan prosedur dan alasannya dilakukan tindakan tersebut dalam istilah yang dapat dimengerti klien.

4. Kumpulkan peralatan.

5. Cuci tangan.

6. Yakinkan bahwa klien nyaman dan bahwa anda memiliki ruangan yang cukup untuk melaksanakan tugas.

7. Yakinkan bahwa Anda memiliki cukup cahaya untuk melaksanakan tugas.

8. Bila klien ada di tempat tidur, turunkan pagar tempat tidur pada sisi paling dekat dengan Anda.

9. Berikan privasi untuk klien. Tutup pintu, gunakan tirai privasi, atau posisikan dan tutup klien sesuai kebutuhan.

10. Gunakan sarung tangan sekali pakai untuk menghindari kontak dengan cairan tubuh.

11. Pegang ujung (kode warna, biru atau merah) termometer kaca dengan ujung-ujung jari untuk mengurangi kontaminasi pentolan termometer.

12. Baca kadar merkuri sambil memutar termometer dengan lembut sejajar pandangan mata. Merkuri harus dibawah 35,5 °C. Jika merkuri ada di atas kadar yang diinginkan, goyangkan termometer lebih bawah. Pegang ujung atas termometer dengan aman dan jauhkan dari benda-benda lain. Kibaskan pergelangan tangan secara mencolok.

13. Bersihkan termometer dengan kapas alkohol. Masukkan termometer ke dalam plastik yang mempunyai penutup (jika tersedia).

14. Minta klien untuk membuka mulutnya dan sisipkan termometer dengan lembut di bagian sublingual (di bawah lidah) lateral sampai tengah rahang bawah.

15. Biarkan termometer di bawah mulut selama 3 menit atau sesuai dengan kebijakan lembaga tempat anda bertugas.

16. Keluarkan termometer dengan hati-hati dan lihat hasilnya sejajar dengan pandangan mata. Beritahu klien tentang hasil pengukuran suhu tubuhnya.

17. Bersihkan sekret dengan tisu yang lembut. Bersihkan dengan gerakan memutar dari ujung ke pentolan. Buang tisu pada tempat sampah.

18. Cuci termometer di air sabun yang hangat. Bilas di air dingin dan keringkan.

19. Simpan termometer dengan menggunakan teknik yang benar untuk pemakaian oral, rektal, atau aksila.

20. Ucapkan terimakasih atas kerja sama klien.

21. Lepaskan sarung tangan, kemudian cuci tangan.

22. Kembalikan tempat tidur pada posisi tepat (bila diubah)

23. Dokumentasikan hasil prosedur pada format yang tepat.

Artikel yang Berhubungan :

PostHeaderIcon Gangguan Pengaturan Suhu Tubuh

Demam

gangguan-pengaturan-suhu-tubuh1Demam adalah keadaan ketika suhu tubuh meningkat melebihi suhu tubuh normal. Demam adalah istilah umum, dan beberapa istilah lain yang sering digunakan adalah pireksia atau febris. Apabila suhu tubuh sangat tinggi (mencapai sekitar 40°C), demam disebut hipertermi.

Demam dapat disebabkan gangguan otak atau akibat bahan toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu. Zat yang dapat menyebabkan efek perangsangan terhadap pusat pengaturan suhu sehingga menyebabkan demam disebut pirogen. Zat pirogen ini dapat berupa protein, pecahan protein, dan zat lain, terutama toksin polisakarida, yang dilepas oleh bakteri toksik atau pirogen yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh dapat menyebabkan demam selama keadaan sakit.

Mekanisme demam dimulai dengan timbulnya reaksi tubuh terhadap pirogen. Pada mekanisme ini, bakteri atau pecahan jaringan akan difagositosis oleh leukosit darah, makrofag jaringan, dan limfosit pembunuh bergranula besar. Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil pemecahan bakteri dan melepaskan zat interleukin-1 ke dalam cairan tubuh, yang disebut juga zat pirogen leukosit atau pirogen endogen. Interleukin-1 ketika sampai di hipotalamus akan menimbulkan demam dengan cara meningkatkan temperature tubuh dalam waktu 8 – 10 menit. Interleukin-1 juga menginduksi pembentukan prostaglandin, terutama prostaglandin E2, atau zat yang mirip dengan zat ini, yang selanjutnya bekerja di hipotalamus untuk membangkitkan reaksi demam.

Pada saat terjadi demam, gejala klinis yang timbul bervariasi tergantung pada fase demam, meliputi fase awal, proses, dan fase pemulihan (defesvescence). Tanda-tanda ini muncul sebagai hasil perubahan pada titik tetap dalam mekanisme pengaturan suhu tubuh.

Fase-fase Terjadinya Demam

Fase I: awal (awitan dingin atau menggigil)

· Peningkatan denyut jantung

· Peningkatan laju dan kedalaman pernafasan

· Menggigil akibat tegangan dan kontraksi otot

· Kulit pucat dan dingin karena vasokontriksi

· Merasakan sensasi dingin

· Dasar kuku mengalami sianosis karena vasokontriksi

· Rambut kulit berdiri

· Pengeluaran keringat berlebihan

· Peningkatan suhu tubuh

Fase II: proses demam

· Proses menggigil lenyap

· Kulit terasa hangat / panas

· Merasa tidak panas atau dingin

· Peningkatan nadi dan laju pernafasan

· Peningkatan rasa haus

· Dehidrasi ringan hingga berat

· Mengantuk, delirium, atau kejang akibat iritasi sel saraf

· Lesi mulut herpetik

· Kehilangan nafsu makan ( jika demam memanjang )

· Kelemahan, keletihan, dan nyeri ringan pada otot akibat katabolisme protein

Fase III: pemulihan

· Kulit tampak merah dan hangat

· Berkeringat

· Menggigil ringan

· Kemungkinan mengalami dehidrasi

Pada mekanisme tubuh alamiah, demam yang terjadi dalam diri manusia bermanfaat sebagai proses imun. Pada proses ini, terjadi pelepasan interleukin-1 yang akan mengaktifkan sel T. suhu tinggi ( demam ) juga berfungsi meningkatkan keaktifan ( kerja ) sel T dan B terhadap organisme pathogen. Namun konsekuensi demam secara umum timbul segera setelah pembangkitan demam (peningkatan suhu). Perubahan anatomis kulit dan metabolisme menimbulkan konsekuensi berupa gangguan keseimbangan cairan tubuh, peningkatan metabolisme, juga peningkatan kadar sisa metabolisme. Selain itu, pada keadaan tertentu demam dapat mengaktifkan kejang.

Penatalaksanaan Anak yang Mengalami Demam

Bila anak mengalami demam, yang dapat kita lakukan adalah :

1. Kenakan pakaian yang tipis pada anak, dan hanya gunakan seprai atau selimut tipis pada tempat tidur. Pakaian dan selimut yang berlapis-lapis hanya akan menyebabkan panas terperangkap serta dapat menyebabkan suhu badan naik.

2. Beri anak banyak minum. Anak-anak menjadi lebih mudah dehidrasi pada waktu menderita panas. Minum air membuat mereka merasa lebih baik dan mencegah dehidrasi.

3. Beri anak banyak istirahat, agar produksi panas yang diproduksi tubuh seminimal mungkin.

4. Beri kompres di beberapa bagian tubuh, seperti ketiak, lipatan paha, leher belakang.

5. Beri obat penurun panas seperti paracetamol, asetaminofen.

Artikel yang Berhubungan :

Download ASKEP

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Tukar Link ?
Copy kode dibawah ini, kemudian paste di blog Anda:


Tampilan akan seperti ini :

Langganan Artikel
Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz
Menu Anak

Copyright © 2008 - 2017 NursingBegin.com.